Cross Border Tourism Ditargetkan, Sumbang 20 Persen Wisman

    JAKARTA (Bisnis Jakarta)-
    Menpar Arief Yahya akan meningkatkan potensi pariwisata perbatasan (cross border tourism) dalam upaya mencapai target kunjungan 20 juta wisman. Jika tahun ini pariwisata perbatasan diperkirakan menyumbang 18 persen dari total kunjungan wisman, maka di tahun depan ditargetkan naik menjadi 20 persen atau sekitar 3,4 juta dari total 20 juta target wisman.

    Salah satu daerah yang dibidik untuk bisa menyumbang banyak wisma lewat cross border ini adalah Atambua, NTT yang bersebelahan dengan negara Timor Leste. "Kita ingin jadikan Atambua sebagai destinasi utama cross border tourism setelah Kepri," ujar Menpar Arief Yahya di Jakarta, Minggu (7/10)

    Menpar mengatakan, keunggulan utama Atambua sebagai kekuatan pariwisata cross border tourism di Indonesia karena berbatasan darat dengan Timor Leste. Perjalanan wisatawan yang bisa ditempuh melalui darat relatif mudah dilakukan dibanding dengan perjalanan wisatawan melalui udara atau laut. Karena itu, Menpar menyarankan agar pihak-pihak terkait seperti Custom, Immigration, Quarantine and Security (CIQS) dapat mempermudah wisatawan untuk masuk ke Indonesia.

    Keberadaan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang sudah baik, salah satunya PLBN Motain, menjadikan faktor aksesibilitas sudah tidak ada kendala. Tindak lanjut yang perlu dilakukan adalah mengembangkan akses transportasi lain seperti Yacht yang menurut Menpar Arief Yahya sangat cocok dikembangkan di Atambua. "Untuk amenitas juga cenderung mudah. Kita dorong di Belu atau Atambua ini mengedepankan konsep nomadic tourism karena relatif murah dan mudah dipindah-pindah. Nanti kita akan undang investor untuk nomadic tourism ini," ujar Menpar.

    Sementara untuk atraksi, Menpar Arief Yahya melihat Atambua, dan NTT pada umumnya, memiliki peluang besar untuk terus menciptakan atraksi yang dapat menarik minat wisatawan baik yang berbasis alam, budaya dan wisata buatan.

    NTT tahun ini memang ditargetkan sebagai penyumbang wisman crossborder area kedua setelah Kepri. NTT ditargetkan menyumbang sebesar 1.635.354 wisman pada 2018, satu tingkat lebih kecil dibawah Kepri yang tahun ini ditargetkan menyumbang sebesar 2.187.000 wisman.

    Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, wisman Timor Leste pada periode Januari hingga Juli 2018 sudah mencapai 1.005.600. Naik 89,16 persen atau 531.600 wisman dibanding periode yang sama di tahun lalu. (son)