DEPOK (Bisnis Jakarta) – Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan, donasi untuk korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) yang diinisiasi sejumlah Perangkat Daerah di Pemerintah Kota (Pemkot) telah mendapatkan Rp299 juta dan menargetkan memperoleh Satu miliar Rupiah.

“Bantuan akan Bertambah nilainya. Karena masih akan melakukan kegiatan serupa di berbagai momentum dan tempat di Kota Depok. Kalau saya targetnya ingin terkumpul sebesar Rp1 miliar,” kata Mohammad Idris di Balai Kota.

Menurutnya penggalangan dana bantuan dari Disdik Depok melalui lembaga-lembaga pendidikan diharapkan dapat terkumpul Rp400 juta. Selanjutnya, untuk penggalangan dana di tiap kecamatan bakal terkumpul sekitar Rp30 juta dan ditambah warga Depok lainnya.

Selain itu bakal digelar juga kegiatan sosial berupa penggalangan dana hingga tanggal 09 Oktober mendatang. Setelah semua dan terkumpul maka pihaknya melalui Satuan Pelaksana (Satlak) Penanggulangan Bencana (PB) Kota Depok akan segera memberikan bantuan tersebut ke korban bencana di Sulteng.

Hasil donasi yang saat ini didapat berasal dari Disdik sebesar Rp200 juta dan Badan Keuangan Daerah (BKD) Depok sebesar Rp 26 juta. Sebelumnya lewat penggalangan, Pemkot Depok berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp73 juta untuk disalurkan kepada korban bencana. Tak hanya di Balai Kota, Kegiatan serupa juga dilakukan beberapa camat di wilayah Depok.

Selanjutnya, penggalangan dana untuk korban bencana Palu dan Donggala diserahkan ke Satuan Pelaksana (Satlak) Penanggulangan Bencana (PB) Kota Depok. Nantinya, Satlak PB Kota Depok akan menyalurkan hasil bantuan secara langsung ke lembaga dakwah melalui asisten yang ditunjuk secara resmi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng.

“Terkait nanti akan diberikan dalam bentuk uang atau barang, masih dikomunikasikan dengan lembaga penerima bantuan seperti asisten resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng,” jelasnya. (jif)