Warga Tolak Pembangunan TPS3R

TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Warga Pakulonan Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menolak Pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) Reduse, Reuse, Recycle (3R) setempat. Pasalnya pembuangan sampah tersebut dirasa memberikan dampak buruk bagi warga sekitar.

“Kami menolak Pembangunan TPS3R ini karena berada di tengah lingkungan warga dan sekolah. Selain itu sebelumnya tak pernah ada sosialisasi pembangunan TPS3R ke warga,” ungkap salah seorang warga, Murdiya kemarin.

Lebih lanjut Murdiya mengatakan, pembangunan TPS3R berada ditengah lingkungan warga dan hanya berjarak beberapa meter dari sekolah. Selain mengganggu kenyamanan warga, bau sampah yang akan ditimbulkan berdampak buruk bagi anak anak sekolah.

Murdiya menambahkan, jika pembangunan TPS3R ini tetap dilanjutkan maka dirinya bersama warga lainnya akan melakukan unjuk rasa. “Pengennya sih ga usah diterusin karena merugikan warga. Kalau diterusin sih, kita akan melakukan unjuk rasa,” tandasnya.

Dari papan proyek, pembangunan TPS3R yang bersebelahan dengan SDN Pakulonan I menghabiskan dana Rp377.900.000 dengan volume bangunan 12×9 meter persegi. Di lokasi pembangunan TPS3R tidak ada aktifitas pekerjaan lantaran dihentikan atas permintaan warga. Terlihat pembangunan itu sudah memiliki pondasi serta besi baja yang berserakan. (nov)