JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya dalam kasus penyebaran berita bohong alias hoaks Ratna Sarumpaet. Amien diperiksa karena diduga ikut menyebarkan hoaks Ratna.

Namun sebelum diperiksa, Amien mengungkap sejumlah kejanggalan dari pemanggilan pemeriksaannya. Kejanggalan pertama yang diungkap Amien adalah mengenai Nama yang tertulis dalam surat pemanggilan yang tertera ‘Amin Rais’ , padahal nama yang benar adalah Muhammad Amien Rais.

“Nama yang tertulis pada surat panggilan saya, tertulis Amin Rais padahal nama saya itu Muhammad Amien Rais. Jadi saya mau tanya ke AKBP Jerry Siagian dan AKP Nico Purba, kenapa nama Muhammad enggak ditulis? Apakah alergi dengan nama Muhammad?” sebut Amien Rais di Polda Metro Jaya, Rabu (10/10).

Kejanggalan lainnya, mengenai tanggal dalam surat pemanggilan tertulis 2 Oktober 2018. Padahal, Ratna Sarumpaet ditangkap setelah tanggal 4 Oktober. Penangkapan Ratna dilakukan sehari setelah menggelar keterangan pers tentang berita bohongnya yang menyatakan wajah lebamnya bukan karena dianiaya tetapi karena menjalani operasi plastik.

“Karena Ratna Sarumpaet pada tanggal itu belum memberikan keterangan apapun pada polisi. Sedangkan surat panggilan saya sudah jadi duluan. Kok surat panggilan saya sudah jadi? Apakah ini kriminalisasi?” gugat Amien.

Usai menjalani pemeriksaan, Amien Rais mengaku dicecar 30 pertanyaan sebagai saksi kasus penyebaran hoaks Ratna Sarumpaet. Ia enggan merinci materi pertanyaan yang diajukan.

Kendati demikian, Amien menilai pertanyaan penyidik langsung menyinggung pokok perkara. “Tanya penyidik ya. Jadi demikian smooth dan bagus. Dan pertanyaannya straight tidak muter-muter apalagi menjebak. Tidak ada. Jadi saya terima kasih sekali,” kata dia.

Soal sikap penyidik, ia mengaku polisi memperlakukannya secara wajar. Proses pemeriksaan dinilainya santai dan akrab.

Pemeriksaan yang berlangsung sekitar 6 jam sejak pukul 10.00 WIb hingga pukul 16.00 WIB itu, menurut tokoh reformasi ini sebagian waktunya dihabis untuk makan siang dan shalat. “Jadi kalau pengen tahu siang tadi makan gudeg ayam kampung. Kemudian ditantang kalau mau nasi jamblang ada. Eh, nasi timbel. Tapi kalau banyak enggak cukup,” sebutnya.

Keterkaitan Amien Rais dalam kasus hoaks Ratan Sarumpaet seperti yang diketahui publik adalah ketika pada 2 Oktober 2018, Amien bersama calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon bertemu Ratna Sarumpaet di salah satu tempat yang dirahasiakan.

Saat itu, Ratna mengaku dianiaya pada 21 September 2018 oleh sejumlah orang tak dikenal, di sekitar Bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat. Namun, pada Rabu (3/10/2018), Ratna mengaku bahwa cerita penganiayaan yang dialaminya hanya bohong belaka.

Pengakuan Ratna ini setelah ada penyelidikan kepolisian yang tak menemukan bukti tidak adanya penganiayaan terhadap dirinya. Akhirnya Ratna mengaku bahwa wajah lebam-lebamnya bukan karena dianiaya tetapi karena menjalani operasi plastik di wajahnya.

Sebelum memeriksa Amien Rais, polisi telah memeriksa Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal sebagai saksi atas kasus ini pada Selasa (9/10/2018). Baik Amien Rais dan Iqbal, keduanya merupakan bagian dari 17 orang yang dilaporkan ke polisi dengan tuduhan ikut menyebarkan berita hoaks yang dibuat Ratna.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono membantah perihal kejanggalan dalam pemeriksaan Amien Rais itu. Argo menegaskan pemanggilan terhadap Amien Rais sudah sesuai prosedur. “Sudah (sesuai prosedur). Melalui proses penyelidikan, kemudian muncul laporan polisi,” kata Argo di Polda Metro Jaya.

Iapun meluruskan pada 2 Oktober, menurut Argo, sudah ada laporan polisi dan sudah dinaikkan menjadi tahap penyidikan. “Yang menjadi dasarnya, jangan penangkapan Ratna Sarumpaet. Tapi tanggal 2 Oktober muncul laporan polisi,” tekannya.

Demo Kawal Amien

Aksi massa Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang mengawal Amien Rais berlangsung di depan Mapolda Metro Jaya. Aksi ini mengakibatkan lalu lintas di sekitar Mapolda Metro Jaya macet karena salah satu lajur jalan Jenderal Sudirman di depan gerbang Mapolda Metro Jaya ditutup untuk massa yang menggelar unjuk rasa.

Karena penyempitkan jalan dan pengalihan jalur jalan, membuat jalur dari arah Gatot Subroto maupun di jalur kendaraan roda empat dari Semanggi menuju blok M mengalami kemacetan karena penumpukan volume kendaraan yang melintas.

Massa belum membubarkan diri hingga Amien Rais selesai diperiksa. Kendati demikian, aksi demo mengawal Amien Rais berjalan tertib, massa perlahan membubarkan diri seiiring usainya Amien Rais menjalani pemeriksaan sekitar pukul 16.00 WIB. (har)