DEPOK (Bisnis Jakarta) – Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, tak kurang dari 400 personel gabungan dari Kepolisian dan TNI mengamankan daerah objek vital seperti Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok. Langkah antisipasi dilakukan berupa digelarnya simulasi pengamanan dengan pendekatan persuasif kepada pengujuk rasa yang tak puas atas hasil penghitungan suara.

Kapolresta Depok, Kombes Didik Sugiarto mengatakan simulasi yang diberi nama Pra Mantap Brata dilakukan sebagai langkah mengukur kesiapan petugas untuk menghadapi segala kemungkinan yang dapat terjadi pasca Pemilu digelar April 2019 mendatang.

“Simulasi merupakan pembekalan pengetahuan bagi petugas yang ditugaskan untuk mengawal Pemilu 2019 agar aman dan tertib. Termasuk mengamankan kegiatan rapat rekapitulasi hasil Pemilu.” Ungkapnya, Kamis (11/10).

Simulasi yang diklaim telah rutin digelar sejak Senin (08/10) lalu, tak hanya melibatkan personel dari Polresta Depok, tetapi juga menurunkan aparat dari Kodim 0508/Depok dan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Sebab, dalam kegiatan tersebut para personel juga diarahkan untuk menghadapi para pengunjuk rasa di wilayah yang ditumpangi aksi anarkis, sehingga tidak menggangu warga dan meluas ke wilayah lainnya.

Pihaknya juga berharap para personel dan instansi yang terlibat mampu mempersiapkan diri dan mengevaluasi kegiatan pengamanan agar pesta demokrasi bisa berjalan lancar “Tentunya dukungan dari masyarakat sangat diperlukan agar Pemilu di Kota Depok dapat berjalan kondisif,”. Ungkapnya. (jif)