DEPOK (Bisnis Jakarta) – Terkait keputusan Pemerintah Pusat yang memperpanjang jadwal pendaftaran Seleksi Calon Pegawai Negeri Swasta (CPNS) Tahun 2018. Pemerintah Kota (Pemkot) Depok turut merespon dengan mengeluarkan ketentuan baru yang harus diperhatikan para pendaftar CPNS.

“Melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota Nomor 800/4337/BKPSDM, diatur ketentuan terbaru. Ada beberapa poin yang diperbarui, kami himbau warga memperhatikan perubahan itu,” kata Wali Kota Depok, Mohammad Idris.

Perubahan pertama dalam SK tersebut yakni pendaftaran CPNS yang awalnya tanggal 10 Oktober, menjadi 15 Oktober 2018. Selanjutnya seleksi administrasi berkas dimulai 28 September dan pengumuman kelulusan seleksi administrasi keesokan harinya. “Keputusan mengubah ketentuan kategori usia pendaftar, maksimal berusia 35 tahun terhitung tanggal 15 Oktober 2018,” ujarnya.

Idris menambahkan perubahan lainnya bersifat rincian penjelasan. Di antaranya tentang Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dengan angka minimal 2,75 dari perguruan tinggi yang terakreditasi pada saat kelulusan. Dijelaskannya, pelamar bisa mengirimkan Surat Keterangan (Suket) pengganti Kartu Tanda Penduduk (KTP). Termasuk, melampirkan surat lamaran asli yang ditulis tangan dengan tinta warna hitam, telah ditandatangani dan bermeterai 6000.

Sebelum Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) pendaftar jabatan tenaga kesehatan, wajib menyampaikan hasil scan Surat Tanda Registrasi (STR) asli kepada Panitia Seleksi (Pansel) CPNS Pemkot Depok. Termasuk bagi pendaftar untuk jabatan tenaga guru, yang memiliki sertifikasi pendidik dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Namun, hal tersebut tak berlaku untuk jabatan Penyuluh Kesehatan Masyarakat Ahli Pertama.

“Dokumen dikirim melalui email, ke cpnsdepok2018@gmail.com, para pendaftar yang tak mengirim dokumen sampai batas waktu dipastikan gugur.” Tegasnya. (jif)