Menhub Serahkan Huntara Kepada Korban Gempa Lombok

    LOMBOK (Bisnis Jakarta)-
    Menhub Budi Karya Sumadi menyerahkan lima unit Hunian Sementara (Huntara) dari total 50 unit Huntara yang dibangun Kemenhub kepada warga yang terkena musibah gempa bumi di wilayah Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Sabtu (13/10).

    Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo saat mendampingi Menhub menyatakan, dari total 50 unit rumah yang dibangun, 25 unit di antaranya merupakan bantuan dari Ditjen Perhubungan Laut dan 25 unit lainnya bantuan Ditjen Perkeretaapian serta partisipasi dari stakeholder perhubungan laut seperti  Indonesian National Shipowner Association (INSA), APTPI (Asosiasi Pengusaha Terminal Petikemas Indonesia), WIMA (Women In Maritime) Indonesia serta insan Perhubungan Laut dan juga para stakeholder perkeretaapian.

    Dengan menggandeng FT UGM, Agus mengatakan, pembangunan rumah ini bisa terwujud atas dukungan jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah serta kepedulian dari stakeholder dan mitra kerja perhubungan sebagai bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) bagi masyarakat.

    Rumah yang didesain oleh FT UGM ini, lanjut Agus, dibangun dengan luas 18 meter persegi (3 x 6 m) dan sifatnya temporer, yang kemudian nantinya bisa dijadikan rumah permanen yang lebih luas lagi. "Konsepnya memang dimulai sebagai hunian sementara yang dapat dibangun cepat, relatif murah dan mudah, selanjutnya tumbuh menjadi hunian tetap secara bertahap sesuai dengan kemampuan penghuni," jelasnya.

    Dirjen Agus berharap sisa pembangunan dapat berjalan lancar sesuai yang direncanakan serta dapat meringankan beban masyarakat Lombok yang terdampak gempa. "Insya Allah apa yang telah kita lakukan dapat meringankan beban saudara kita di Lombok. Semoga Lombok bisa segera bangkit," tutup Agus.

    Sebagaimana diketahui, rumah yang dibangun dengan sistem huntrap ini menggunakan rangka baja yang lebih tahan gempa. Adapun biaya yang dibutuhkan untuk membangun 1 (satu) unit rumah sebesar Rp 16,5 juta untuk biaya rangka struktur, rangka atap, penutup atap berbahan baja/spandek, dan rangka dinding. Sedangkan untuk pengisi dinding memanfaatkan material bangunan lama yang kondisinya masih baik.

    Hadir pada kesempatan tersebut Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setyadi, Gubernur NTB Zulkieflimansyah beserta jajarannya, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas II Lembar, Capt. Hermawan, Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas I Pemenang, Jasra Irawan serta perwakilan stakeholder di sektor transportasi laut. (son)