Depok Klaim Cegah Kasus Balita Tumbuh Kejar

DEPOK (Bisnis Jakarta) – Untuk menanggulangi resiko kekurangan gizi pada bayi dan balita, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok mengaku tengah mencegah kasus balita tumbuh kejar di wilayahnya. Untuk itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinkes Depok May Haryanti, mengaku sudah membentuk tim kesehatan dan kader untuk mengedukasi warga.

“Upaya agar balita di Depok mendapatkan status gizi baik sedang diusahakan tiap tahunnya. Selain itu, penanggulangan balita tumbuh kejar sudah dioptimalkan dari tahun 2014-2017 lalu.” Ungkapnya.

Menurutnya intervensi berupa penyuluhan gizi kerap digelar tiap bulannya, salah satunya melalui kegiatan rutin penimbangan balita di posyandu yang di isi agenda pendekatan positif dan pelacakan serta survei langsung di lapangan. Selain itu, dalam penimbangan balita tumbuh kejar menggunakan kohort balita gizi buruk. Lalu, melalui proses memberikan rujukan bagi balita tumbuh kejar yang menderita sakit.

Melalui puskesmas, Dinkes juga menyediakan theurapeutic feeding centre (TFC) yang bertujuan memberi perawatan inap kepada balita hingga status kesehatan balita menjadi lebih baik, dan rawat jalan bagi balita tumbuh kejar.

“Melalui puskesmas kami juga memberi makanan tambahan pada balita di posyandu. Sebab dengan langkah penanggulangan balita tumbuh kejar bisa menurunkan status balita gizi kurang. Sinergitas bersama dengan tenaga kesehatan, kader, maupun orang tua juga perlu ditingkatkan,”katanya. (jif)