DEPOK (Bisnis Jakarta) – Pada Tahun 2019, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok telah menganggarkan dana sebesar Rp83,3 miliar yang diklaim sebagai komitmen penanggulangan kemiskinan diwilayahnya. Anggaran sebesar itu diungkap Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna, bakal digunakan membiayai beragam program di Perangkat Daerah (PD).

“Pemkot Depok berkomitmen menekan angka kemiskinan melalui dana sekitar Rp83.385.247.200. Diimanfaatkan untuk berbagai bantuan sosial dan pemberdayaan atau peningkatan kualitas masyarakat,” ungkap Pradi dalam keterangan resminya.

Pihaknya menjelaskan, seperti halnya Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok yang memiliki dua program utama, yakni perlindungan dan Jaminan Sosial (Jamsos) ditambah peningkatan rehabilitasi sosial. Sehingga untuk PD tersebut anggaran yang disiapkan sekitar Rp2.8 miliar. Sementara terkait peningkatan kualitas keluarga prasejahtera, melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok, untuk menggelar pelatihan kewirausahaan.

“Dana itu untuk membiayai santunan kematian, pelayanan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), dan pengadaan alat bantu untuk penyandang disabilitas dan konsen pada keluarga prasejahtera.” Katanya.

Selain itu, bagi perempuan kepala keluarga yang ada di Depok Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) juga menyiapkan pelatihan keterampilan ekonomi produktif. Sedangkan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Depok menyiapkan bantuan untuk pemberdayaan petani marginal. Sehingga dengan beragamnya pemberdayaan, nantinya mampu berdampak positif pada pendapatan daerah. (jif)