TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Kenaikan harga BBM non subsidi menuai keluhan dari sejumlah kalangan. Salah satunya Keluarga Besar Ojek Online Tangerang Selatan (KBOT) yang mengaku keberatan dengan naiknya harga BBM non-subsidi.

“Selama ini menggunakan pertamax. Bagi kami kenaikan ini sangat memberatkan karena tidak sesuai dengan pendapatan,” ungkap anggota KBOT dari komunitas ojol Warkop Pondok Benda (Warpoda), Pamulang, Rudi.

Lebih lanjut Rudi mengatakan, semakin banyaknya pengemudi ojek online membuat pendapatannya pun mengalami penurunan. Karena itu untuk mengimbangi modal bahan bakar yang semakin melambung, para pengemudi ojol Tangsel itu menyiasatinya dengan mengambil rute pendek.

“Mungkin solusinya dari driver KBOT, mengambil order track pendek, tapi berkali-kali,” imbuhnya.

Kendati demikian Rudi dan kawan-kawannya mengaku tetap berkomitmen memberikan pelayanan maksimal kepada penumpangnya.

“Tidak dapat tip, ya tidak apa-apa, belum rezekinya, yang penting bisa meminimalisir modal agar tidak rugi,” tandasnya. (nov)