Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bogor bersama PHRI menggalar program pelatiahan peningkatan kopetensi bagi pramusaji usaha restoran dan pari wisata di kawasan Puncak, Bogor

BOGOR (Binis Jakarta) – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kabupaten Bogor menggelar acara Pelatihan Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), Usaha Makanan dan Minuman dengan mengangkat tema “Excellent Service” di Hotel New Ayuda, Dasa Cipayung, Kecamatan Megamendung Puncak, Kabupaten Bogor.

Acara yang akan berlangsung dari tanggal 16-19 Okteber ini sengaja digelar dalam rangka untuk meningkatkan kopetensi SDM Pariwisata yang professional di Kabupaten Bogor.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor, Budi Sulistyo mengatakan, bahwa PHRI sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada pemerintah daerah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor dengan adanya pelatihan ini, sehingga para pramusaji akan lebih mengetahui bagaimana memberikan pelayanan yang memuaskan bagi tamu (excellent service).

“Era jaman sekarang ini diperlukan tenaga-tenaga terampil, tenaga yang bersertifikat, karena diluar daerah dan negara lain tenaga-tenaga itu pilihan, oleh karena itu diperlukan pelatihan-pelatihan seperti saat ini untuk menciptakan tenaga Pariwisata yang profesional,” kata Budi, dalam acara tersebut.

Menurutnya, dengan adanya pelatihan ini para peserta tidak akan ketinggalan dengan daerah dan negara lain dan jika perlu untuk pelatihan selanjutnya kuota peserta ditambah dan otomatis perlu juga tambahan anggaran, karena tenaga kerja pariwisata di Kabupaten Bogor ada ribuan orang.

“Dalam setahun hanya 100-an orang yang mendapatkan pelatihan peningkatan SDM dalam beberapa kategori. Hal ini perlu menjadi perhatian khusus Pemerintah daerah,” harapnya.

Kepala Bidang (Kabid) Kemitraan, SDM dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bogor, Sugiono, menyampaikan bahwa tujuan diselenggarakannya kegiatan pelatihan itu untuk memberikan pengetahuan, pemahaman, kemampuan, motivasi, inovasi dan kreatifitas yang tinggi dalam penerapan keterampilan, sesuai bidangnya amanat undang-undang semua tenaga pariwisata harus profesional, dan berkompeten. “Itu yang menjadi harapan kami,” pungkasnya. (bas)