Pantai Bama, Si Cantik Tak Bersolek

PANTAI Bama, ibarat kembang desa. Cantik alami tak bersolek. Susana pantai yang alami menyiratkan kawasan wisata ini belum tersentuh investor. Wisatawan yang berkunjung, jangan berharap menjumpai fasilitas yang dapat mengakomodir keinginan wisatawan. Semua serba terbatas, karena kawasan pantai ini merupakan destinasi alternatif setelah wisatawan menyaksikan penghuni Taman Nasional Baluran.

Ya, itulah kondisi Pantai Bama, sebuah pantai nan indah dengan pasir putih dan air jernih yang berada di balik eksotika Taman Nasional Baluran. Pantai yang berada di pesisir utara Pulau Jawa itu, kini mulai ramai dikunjungi wisatawan.

Secara administrasi, Pantai Bama masuk dalam wilayah Kabupaten Situbondo, tetapi secara geografis, Pantai Bama lebih gampang dijangkau jika melalui Banyuwangi. Untuk sampai ke lokasi pantai, wisatawan harus melewati gerbang masuk Taman Nasional Baluran yang berada di Jalan Banyuwangi-Situbondo, Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo.

Dari gerbang Taman Nasional Baluran menuju lokasi Pantai Bama berjarak sekitar 8 km. Beruntung, saat ini jalan sudah diaspal setelah berabad-abad jalan menuju Pantai Bama berupa jalan berbatu.

Sepanjang perjalanan, wisatawan akan disajikan keindahan Taman Nasional Baluran, yang hijau di musim hujan dan terlihat gersang di musim kemarau.

Sebelum mencapai bibir pantai, wisatawan dapat menikmati pemandangan sekumpulan banteng Jawa yang sedang merumput dari ketinggian menara pantau. Jika beruntung, beberapa hewan endemik Taman Nasional Baluran lainnya juga kerap muncul, seperti kijang atau berbagai jenis unggas. Tiba di lokasi pantai, wisatawan akan disambut dengan kawanan kera abu-abu ekor panjang.

Pantai Bama, selain dikenal sebagai pantai dengan air jernih dan tenang serta hamparan pasirnya yang putih, ternyata juga menjadi habitat bagi sekawanan hewan liar, seperti kera dan berbagai burung langka endemik Jawa Timur.

Keunikan Pantai Bama yang lain adalah lokasinya yang dikelilingi oleh tumbuhan mangrove. Berjalan ke barat menyusuri jalan setapak, wisatawan bisa menyaksikan eksotika tumbuhan mangrove dari dekat dengan menyusuri jembatan pandang. Ujung jembatan pandang yang teduh kerap menjadi lokasi bagi para pengunjung pantai yang ingin melakukan aktivitas memancing.

Selain dikenal dengan berbagai keunikannya, Pantai Bama juga dilengkapi dengan beberapa fasilitas penunjang wisata, seperti kamar bilas, tempat makan dan istirahat, hingga penginapan dengan pemandangan pantai di depannya.

Menurut pengelola Taman Nasional Baluran, Pantai Bama kini menjadi destinasi wisata unggulan di Situbondo dengan pemandangan matahari terbit dan pemandangan bawah laut yang menawan.

Di mata beberapa wisatawan, Pantai Bama belum begitu dikenal. Santoso, wisatawan asal Kediri ini misalnya tidak sengaja untuk menikmati keindahan Pantai Bama. Ia dan keluarga awalnya hanya untuk menikmati alam Taman Nasional Baluran, tetapi saat berada di Menara Pantau, petugas Taman Nasional menjelaskan adanya pantai yang tersembunyi di balik ribunnya pepohonan.

Melihat potensi pantai maupun alam bawah lautnya yang eksotis, Pantai Bama mempunyai prospek untuk dikembangkan. Selain lokasinya yang strategis karena dengan mudah dijangkau dari Bali dan Banyuwangi yang selama ini menjadi pintu masuk utama wisatawan asing, infrastruktur untuk berkembangnya sektor pariwisata menjadi penting untuk diperhatikan.

Yang tidak kalah penting lagi, meski alam dan pantai serta dunia bawah lautnya mendukung serta prospektif untuk dikembangkan, tetapi ‘gangguan’ dengan munculnya monyet yang usil akan sangat mengganggu wisatawan. (son)