Aplikator Taksi Online Harus Patuhi Aturan Tarif Batas Atas-Bawah

    JAKARTA (Bisnis Jakarta)-
    Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta aplikator angkutan umum online untuk mematuhi aturan tentang tarif batas atas dan tarif batas bawah. Dalam Peraturan Menteri Perhubungan PM No.108 tahun 2017 ditetapkan tarif batas atas angkutan online sebesar Rp 6.500,- dan batas bawah Rp 3.000,-.

    Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi di Jakarta, Rabu (7/11) mengungkapkan, pihaknya sudah mengirim surat kepada dua aplikator Grab dan Go-Jek agar mematuhi aturan tentang batasan tarif yang ditentukan.
    "Dua aplikator ini kadang masih bermain, karena ada persaingan di antara mereka. Tetapi harus patuhi aturan. Mereka sudah saya surati agar patuh," ungkap Budi.

    Untuk memantau kepatuhan aplikator, kata Budi, pihaknya bekerjasama Korlantas Polri melakukan pengawasan dengan cara menyamar sebagai penumpang. "Jika ada pelanggaran kami lakukan surat peringatan pertama dan ke dua. Jika ditemukan pelanggaran lagi, akan disampaikan kepada Kementerian Komunikasi danĀ  Informatika," katanya.

    Namun Dirrjen berharap manajemen Grab dan Go-Jek complay terhadap aturan yang ada. "Ada kemungkinan ditutup kalau pelanggarannya sangat parah.Tetapi jangan sampai hal itu terjadi," kata Budi.

    Mengenai pengganti PM 108/ 2017, Budi menyampaikan, saat ini pihaknya sudah melakukan sosialisasi di Makassar, Medan dan Surabaya. Selanjutnya dilakukan sosialisasi di Bandung, Yogyakarta dan Jakarta. "Tanggal 20 November nanti sudah ditanda tangani Menkumham danĀ  bisa diberlakukan," ujarnya.

    Peraturan Menteri Perhubungan pengganti PM 108/2017, ungkap Budi, sangat akomodatif, karena melibatkan berbagai pihak termasuk aliansi pengemudi taxi online. "Semoga aturan baru ini bisa diterima masyarakat, sehingga tidak ada gugatan ke Mahkamah Agung (MA)," harap Budi. (son)