Reuni Fisip Unej, Upaya ‘Nglumpukno Balung Pisah’

    JAKARTA (Bianis Jakarta)-
    Keguyuban para alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Jember dalam gelaran Reuni Alumni bertajuk Family Gathering Fisip Unej dihadiri angkatan 1984 berlangsung di Batu Paradise Resort Hotel – Batu – Jatim, Sabtu (10/11) malam.

    Ketua Umum Ikatan Alumi Fisip Unej Budi Susilo menggambarkan, dalam kegiatan bertema 'Warnai Persahabatan dan Sambung Silaturahmi dengan Semangat Pahlawan' itu, setidaknya ada sekitar 120 alumni dari seluruh penjuru negeri, seperti dari Jakarta dan Bali hadir.

    Dari sisi kegiatan, kata Budi Susilo, reuni yang sudah beberapa kali digelar tersebut dimaksudkan untuk menyambung serta menjaga silaturahmi antar sesama alumni. Sekaligus pula agar tidak terputus dengan almamater dimana pernah menjadi tempat menimba ilmu. "Yang hadir dalam reuni ini dari berbagai profesi baik PNS, swasta, jurnalis dan sebagainya," kata Busil, nama keren pejabat Pemkab Jember ini.

    Ia berharap, kehadiran para alumni dalam reuni ini menjadi awal komitmen bersama untuk saling berbagi rasa. Dari wadah yang sudah terbentuk ini, tak sekadar temu kangen antaralumni, tetapi juga akan semakin memperbanyak kegiatan termasuk kontribusi positif bagi almamater. "Kita akan bersinergi antara alumni dengan almamater untuk hal-hal positif," kata Busil.

    Busil yang didampingi Korwil Bali Dr. AA Oka Wisnumurti dan Korwil Jabodetabek Dr. Djoko Kuntul berharap, penyelenggaraan reuni ini sebagai upaya 'Nglumpukno Balung Pisah', dan muaranya adalah membuat data base alumni. Sehingga tujuan organisasi yaitu untuk kerukunan serta kekompakan dan persaudaraan seluruh alumni akan terus terjaga dan menjadi semakin kuat lagi di masa yang akan datang.

    Busil juga sedih dan prihatin, karena momentum reuni kali ini tidak semua bisa hadir. Dari 265 orang angkatan 1984 itu, hanya sekitar 175 yang memberi kabar dan 120 diantaranya bisa hadir di Batu. Selebihnya berhalangan hadir dan ada pula yang sudah 'mendalui'.

    Antusiasme peserta reuni diungkapkan Dr. Abdul Salam. Ia rela mengarungi selat Madura dan mengalokasikan satu bulan gaji seorang pejabat eselon dua hanya untuk bisa hadir menemui teman-teman kuliahnya dulu. "Inisiatif teman-teman ini harus diapresiasi. Ia pun siap hadir jika  reuni yang akan datang harus digelar di Jakarta," janji sang ustadz, begitu Cak Salam biasa disapa di grup whatshap.

    Sebelum acara puncak digelar, peserta mengikuti berbagai kegiatan diantaranya memghimpun dana untuk kegiatan sosial, pemotongan tumpeng, dan pembagian berbagai hadiah menarik, serta hiburan dengan menampilkan sejumlah artis asal Jatim, diantaranya Anna Komkom. (son)