JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Festival Matraman, pagelaran seni budaya serta program kewirausahaan terpadu sukses digelar selama dua hari, 14-15 Desember 2018 di Jalan Ahmad Yani, Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur. Ribuan warga Matraman antusias menyambut festival tahunan ini.

Asisten Perekonomian Pembangunan dan Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Timur Syofian Thaher, optimis seni budaya Betawi dapat berkembang pesat di wilayah Kota Jakarta Timur, khususnya di Kecamatan Matraman.

Kepercayaan tersebut, salah satunya karena adanya gelaran Festival Matraman 2018. Melalui gelaran ini, generasi muda dapat lebih mengenal, melestarikan, dan memperkuat seni budaya Betawi. Budaya bangsa harus dilestarikan dan jangan sampai tererupsi di tengah era digital saat ini.

“Saya optimis ke depannya seni budaya Betawi akan berkembang pesat. Ke depannya saya berharap even ini akan tetap diadakan dan bisa menjadi agenda tahunan,” jelasnya saat membuka Festival Matraman 2018 di Jl. Ahmad Yani, Matraman, Jakarta Timur, Sabtu (14/12).

Festival ini menampilkan berbagai hiburan, seperti Gambang Kromong, Lenong Betawi, Pencak silat, tarian Betawi, kuliner Betawi, hingga pertunjukkan musik dari band-band yang ada di wilayah Matraman. Festival ini juga diikuti UKM binaan Kecamatan Matraman. Tuti Sugihastuti, Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Lurah Pisangan Baru, Matraman, menjelaskan, Festival Matraman sudah dua kali diadakan dan selalu menyedot perhatian warga Matraman, dan warga dari wilayah lain.

Terbukti, selama dua hari pagelaran festival, pengunjung tidak pernah sepi.
Hal ini membuktikan bahwa warga sangat antusias mendukung kegiatan ini. Terlebih lagi kegiatan ini menampilkan berbagai hiburan dan berbagai jenis kebutuhan warga, seperti kuliner, fashion, aksesori, hingga tanaman hidroponik yang dirintis Sahabat Hijau Matraman.

Danramil Matraman Mayor Inf Ahmad Yuono, menjelaskan, kegiatan ini berlangsung dalam suasana yang tertib dan kondusif serta sarat hiburan. Hal ini membuktikan bahwa kesadaran warga Matraman dalam menjaga wilayah selama kegiatan berlangsung sangat baik.

“Terima kasih kepada panitia Matraman Community yang sudah dua kali mengadakan kegiatan ini dalam suasana yang begitu kondusif dan melibatkan berbagai komponen yang ada di wilayah Matraman,” jelasnya.

Yuono menambahkan, melalui kegiatan ini generasi muda tak hanya menampilkan potensi seni budaya Betawi, tetapi juga dihimbau untuk menjauhi narkoba dan menghindari tawuran. “Semoga pada tahun mendatang pagelaran ini dapat lebih sukses dan lebih banyak melibatkan generasi muda dalam menampilkan potensi-potensinya,” harapnya. (grd)