Dua Paslon Siapkan Strategi Debat Perdana Pilpres

    15
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Dua pasangan Capres dan Cawapres melakukan simulasi debat capres untuk persiapan debat perdana Pilpres 2019 yang digelar KPU pada 17 April 2019. Pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno diketahui  melakukan simulasi khusus debat perdana capres-cawapres di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

    Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengungkapkan simulasi debat dilakukan secara khusus membahas teknis seputar kisi-kisi yang sudah diajukan Komisi Pemilihan Umum.
    "Kira-kira jawaban apa yang sesuai visi misi kita dan khususnya hari ini simulasi dilakukan oleh beliau (Prabowo) dengan Pak Sandi di Hambalang," kata Ahmad Muzani di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (16/1).

    Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Geribdra ini menjelaskan Prabowo-Sandi sudah banyak berdiskusi terkait tema debat perdana bertema HAM, hukum dan korupsi, serta terorisme. Paslon nomor urut 02 itu berdiskusi  dengan para ahli serta pakar termasuk anggota fraksi partai Koalisi Indonesia Adil Makmur. "Pak Prabowo menyediakan waktu untuk mendengar masukan dari para ahli termasuk dari para orang-orang yang bergelut, pemangku kepentingan di bidang itu," ungkap Muzani.

    Sekjen DPP Partai Gerindra ini juga mengungkapkan kesempatan bertanya kepada Prabowo untuk rivalnya, pasangan calon nomor urut 01 pada sesi tanya jawab tidak akan jauh berbeda dari Pidato Kebangsaan yang telah disampaikan Prabowo.
    Sedangkan  untuk persiapan jawaban atas pertanyaan Jokowi-Ma'ruf Amin, Prabowo, juga menyiapkan diri termasuk kemungkinan diserang kasus pelanggaran HAM. "Kami menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa, kami tak merasa itu diserang atau dituduh karena menganggap kalau Jokowi menanyakan apa HAM apa him apa hum itu menganggapnya sebagai sebuah pertanyaan yang Pak Jokowi menganggap ingin tahu lebih dalam tentang persoalan itu," ujarnya.

    Sementara itu, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani mengungkapkan simulasi dan latihan debat pilpres juga dilakukan paslon Jokowi-Ma'ruf.Semua hal disimulasikan termasuk  manajemen waktu bicara agar  pesan dapat disampaikan  secara efektif, terukur dan bisa dicerna baik oleh masyarakat. "Buat Pak Kiai Ma'ruf, maka time keeping, time management. Itu waktunya pendek tapi key point-nya bisa tersampaikan. Ini kan tidak gampang," kata Arsul.

    Sekjen DPP Partai Peraatuan Pembangunan (PPP) ini memastikan calonnya sangat sangat siap menghadapi debat. Termasuk Ma'ruf Amin, meski dinilai baru pertama kali mengikuti namun kapasitas Ma-ruf sebagai penceramah, maupun berdaikusi terkait kegiatan keagamaan sudah menjadi kebiasaan Ma'ruf. "Yang menjadi perhatian adalah soal time keeping-nya itu. Karena kan harus menjawab dalam jangka waktu sangat terbatas tapi pesannya tersampaikan," ujarnya.

    Sedangkan Jokowi, menurut Arsul, tidak mendapat pelatihan khusus untuk menghadapi debat karena dianggap sudah berpengalaman.Dari pertemuan semalam, Jokowi disebut hanya meminta masukan kepada para ketua umum partai koalisi terkait materi yang akan disampaikan. Tetapi tak ada diksi yang perlu dijaga saat pelaksanaan debat.
    "Para ketum partai memberikan pengayaan-pengayaan. Itu ada, tapi tidak sampai diksinya ini, jangan pakai ini, enggak itu juga," ujarnya.

    Debat Pilpres 2019 edisi perdana akan digelar esok, Kamis (17/1) di Hotel Bidakara. Tema yang diangkat dalam debat kali ini adalah penegakan hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.KPU telah menetapkan Ira Koesno dan Imam Prayitno sebagai moderator debat yang berlangsung selama 89 menit 55 detik.m yang dibagi dalam enam segmen. (har)