JAKARTA (Bisnis Jakarta)  – Sejumlah pekerja dari Jakarta International Container Terminal (SP JICT) dan Pelabuhan Indonesia mengadakan aksi karnaval kesenian Betawi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Ahad, 17 Februari 2019. Aksi karnaval tersebut untuk menarik perhatian publik terhadap perlawanan korupsi kontrak pelabuhan petikemas terbesar se-Indonesia JICT.

Berkeliling di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan M.H. Thamrin, pekerja pelabuhan Indonesia membawa spanduk bertulisan “Pelabuhan Kita, Masa Depan Kita” dan “Save JICT, Save Our Indonesia Ports”.

Sekretaris Jenderal SP JICT mengatakan kegiatan ini merupakan pesan damai pengelolaan pelabuhan nasional secara konstitusional lewat aksi karnaval budaya.

“Kenapa Betawi, karena sejarah panjang saat penjajah datang menguasai NKRI pertama kali lewat pelabuhan di Batavia. Apalagi penguasaan asing di gerbang ekonomi nasional di JICT masih berlangsung. Menurut BPK ada korupsi Rp 14,86 triliun di sana. Ini jadi perlawanan bersama sebagai anak bangsa,” kata Firman.

Firman menuturkan aksinya akan dilanjutkan pekan depan di Kementrian BUMN. Pasalnya, kata dia, perpanjangan kontrak asing Hutchison di JICT masih dipaksakan berjalan tanpa alas hukum.

“Padahal DPR dan BPK sudah menemukan pelanggaran hukum dan kerugian negara Rp 4,08 triliun. Namun kita melihat Pemerintah seolah diam atas aksi korporasi asing terhadap privatisasi yang korup dan merugikan rakyat termasuk pekerja,” ujarnya.

Menurut Firman, pekerja pelabuhan akan terus menyerukan kepada publik dan pemerintah untuk mendukung pengelolaan pelabuhan sesuai konstitusi. Aksi yang digelar itu akan terus dilakukan sampai kontrak Hutchison Hong Kong habis di JICT pada 27 Maret 2019. (grd)