DPR Matangkan Reformasi Menuju Parlemen Modern

    76
    BOGOR (Bisnisjakarta)-
    Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Novita Wijayanti mengungkapkan program reformasi parlemen menuju parlemen modern yang digagas anggota periode lalu terus dimatangkan dan ditindaklanjuti. "Tim Implementasi Reformasi DPR RI sedang dibahas lagi dengan pimpinan DPR yang baru,"  ungkap Novita usai diskusi FKSPK 2019 di Bogor, 29 November – 1 Desember 2019.

    Novita menambahkan, saat ini rekomendasi Tim Implementasi Reformasi DPR RI periode 2014-2019 terus dibahas dengan menekankan pada efektifitas dan efisidensi program dan hal-hal yang berkaitan dengan alokasi anggaran. "Kami untuk DPR dengan tagline DPR Modern harapannya makin baik. Kemudian program dan kegiatan rapatnya harus memperjuangkan dan anggarannya harus berpihak dan merealisasikan aspirasi rakyat," ujarnya.

    Menurut anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra ini, pembahasan di dalam rapat mencakup banyak hal, seperti Pembangunan Alun-alun Demokrasi Rakyat untuk memberi tempat masyarakat langsung menyampaikan aspirasi di Gedung DPR. "Juga beberapa hal yang kita idekan belum terlaksana akan kita bahas lagi. Mana yang belum dilaksanakn dan mana yang sudah. Karena anggarannya juga terbatas. Jadi prioritasnya juga akan diatur," katanya.

    Baca Juga :   Ruang Kerja Anggota DPR RI Ditembak

    Novita mengatakan semua rencana, visi, misi dan program DPR sangat berkaitan dengan lembaga dan pihak-pihak terkait seperti pemerintah, lembaga negara, dan masyarakat luas. Termasuk dengan media massa yang akan menjadi jembatan komunikasinya.

    Sebab, katanya hasil kerja DPR tentu tidak bisa langsung dipotret oleh pemerintah dan masyarakat secara langsung. Tetapi pemerintah dan masyarakat dapat memotret hasil kerja DPR berdasarkan informasi yang disampaikan media massa tentang rencana parlemen modern yang terbuka untuk rakyat sesungguhnya. "Untuk DPR dengan tagline DPR Modern harapannya makin baik.  Kemudian program dan kegiatan rapatnya harus memperjuangkan dan anggarannya harus berpihak dan merealisasikan aspirasi rakyat," tegasnya.

    Deputi Persidangan DPR RI Damayanti mengakui kegiatan-kegiatan yang dilakukan pimpinan DPR saat ini di bawah Ketua DPR RI Puan Maharani yang baru saja dilantik sudah memanaskan mesin kerja parlemen. "Kami melihat bahwa Ibu Ketua (Puan Maharani) juga cukup intens,  untuk mendekati  semua pihak termasuk 'lawan'. Jadi semoga ini dapat berlangsung terus," ujarnya.

    Baca Juga :   Setnov tak Jawab Pertanyaan Hakim, Sidang Diskors untuk Pemeriksaan Kesehatan

    Kesetjenan DPR sebagai Sub Sistem kerangka organisasi kelembagaan DPR RI, menurut Damayanti terus berbenah dan bekerja terus berupaya mendorong pimpinan dan anggota DPR periode 2019-2024 saat ini untuk mewujudkan rencana besar  sudah ditetapkan.

    Seperti kemudahan-kemudahan akses masyarakat melalui dukungan teknologi, serta sarana pendukung yang lainnya khususnya dukungan sumber daya manusia (SDM)  yang unggul dan berkualitas untuk mendukung kerja-kerja pimpinan dan anggota DPR.

    Sementara itu, Kepala Biro Pemberitaan DPR RI YOI Tahapari  mengatakan  rencana besar parlemen modern DPR RI sudah menjadi komitmen DPR periode ini. "Langkah untuk menjadi parlemen modern adalah tercapainya parlemen yang terbuka, bersifat akuntable dan transparan dalam melaksanakan tugas dan fungsi ke depoan," tegas putra asli Ambon ini.

    Salah satu komitmen yang menjadi fokus DPR adalah menjadikan DPR sebagai lembaga parlemen yang terbuka yaitu keterbukaan terhadap informasi kepada masyarakat.

    Untuk itu, pihaknya telah menyediakan berbagai platform untuk memberi akses kemudah dan kecepatan informasi  bagi masyarakat. "Kebutuhan masyarakat akan informasi juga bisa didapat secara langsung melalui majalah dan buletin parlementaria, radio serta televisi parlemen," terangnya.

    Baca Juga :   Kopsyah BMI Diminta Kembangkan Layanan Berbasis IT

    Mesi secara internal, pihaknya telah menyediakan kebutuhan informasi masyarakat namun pemberitaan DPR masih tetap membutuhkan media massa sebagai jembatan komunikasi. "Semangat parlemen terbuka dalam merealisasikannya tetap membutuhkan peran media massa untuk menjembatani informasi dari lembaga legislatif pada masyarakat," tegas YOI Tahapari yang akrab dipanggil Hani Tahapari. (har)