DENPASAR (bisnisjakarta.co.id) – Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M. meyakini Bali dapat segera kembali pulih dari pandemi Covid-19. Kondisi ini dilandasi oleh Pulau Seribu Pura ini didukung nilai-nilai budaya, serta kolaborasi pentaheliks, khususnya peran perguruan tinggi, menjadi akselerator pemulihan kehidupan masyarakat dengan semangat ‘Bali Bangkit’ dan ‘Bali Kembali.’

Hal tersebut disampaikan Ganip yang juga Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Nasional saat berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di tingkat provinsi, kabupaten dan kota, perwakilan perguruan tinggi Bali, mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) serta para relawan pada Kamis (19/8), baik secara virtual maupun tatap muka.

“Salah satu program besar yang saat ini sedang dan terus akan berjalan adalah kolaborasi riset kebencanaan yang melibatkkan 23 universitas dan KKN Tematik yang melibatkan tidak kurang dari 5.000 mahasiswa di Provinsi Bali,” ujar Ganip.

Melalui riset penelitian ini, ia berharap seluruh peneliti dapat berkontribusi menghasilkan produk keilmuan yang bernilai akademis tinggi seperti artikel penelitian, buku, kebijakan, dan produk inovatif tetapi applicable dalam penyelesaian permasalahan kebencanaan, khususnya pandemi Covid-19 di Provinsi Bali khususnya, dan Indonesia pada umumnya.

Baca Juga :   Nadal Mendapat Jalur Mudah Ke Final Prancis Terbuka

Kolaborasi kementerian dan lembaga serta kerja keras masyarakat Bali yang sangat kental dengan nilai-nilai budaya ini diharapkan dapat mengendalikan penyebaran Covid-19 sehingga kehidupan masyarakat cepat kembali pulih dan dan Bali sebagai tuan rumah dapat menyelenggarakan Global Platform for Disaster Risk Reduction yang akan digelar pada 2022 dan diikuti 193 negara.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bali Dr. Ir. TJok Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si. menyampaikan pemerintah daerah telah bekerja keras, salah satunya upaya vaksinasi mencapai 100 persen lebih, bahkan untuk vaksinasi tahap kedua bagi masyarakat Bali. Pihaknya pun melibatkan secara aktif masyarakat adat dalam penanganan pandemi. *rah