HeadlineNasional

Menhub Tekankan Empat Faktor Penentu Keberhasilan Angkutan Lebaran

BISNISJAKARTA.co.id – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menekankan empat faktor penentu keberhasilan angkutan Lebaran 2026, guna memastikan kelancaran dan keselamatan masyarakat selama periode tersebut. Keempat faktor itu meliputi keselamatan dan keamanan, perhatian terhadap hal detail, sinergi dan kolaborasi, serta kewaspadaan terhadap ketidakpastian dan potensi gangguan di lapangan. “Sehingga dengan itu kami berharap penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini akan berjalan dengan baik,” kata Menhub dalam keterangan di Jakarta, Rabu (25/2).

Kementerian Perhubungan telah menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 di Kantor Pusat Kemenhub, Jakarta. Dilansir dari antara, Menhub menegaskan, aspek keselamatan dan keamanan merupakan prioritas utama yang harus diwujudkan melalui langkah antisipatif dan mitigasi guna meminimalkan risiko kecelakaan maupun gangguan keamanan.

Walaupun merupakan tradisi tahunan dalam mengawal penyelenggaraan angkutan Lebaran, namun dia berharap hal-hal kecil juga harus menjadi perhatian dan tidak menganggap remeh terhadap hal-hal kecil. Dia mengaku sejak awal Februari 2026, Kemenhub telah melakukan serangkaian koordinasi dan sinergi dengan berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan terkait.

Dudy telah melakukan koordinasi dengan sejumlah kementerian/lembaga antara lain Kemenkopolkam, Kemenko PMK, Kemen PANRB, Kemenaker, Kemenristek, Kemendikdasmen, Kemendagri, Kemendag, Komdigi, Kemenag, serta TNI dan Polri. Dilakukan juga koordinasi dengan sejumlah pemerintah daerah antara lain Provinsi DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Lampung, serta Daerah Istimewa Yogyakarta.

Koordinasi tersebut menghasilkan sejumlah kebijakan antara lain pemberian stimulus diskon tarif transportasi, penerapan flexible working arrangement (FWA), pengaturan operasional angkutan barang, penggunaan masjid sebagai rest area.

Selain itu penguatan keamanan, hingga antisipasi titik rawan di daerah seperti perlintasan sebidang, pasar tumpah, serta lokasi wisata. Adapun faktor terakhir yang ditekankan adalah kewaspadaan terhadap ketidakpastian dan potensi gangguan di lapangan. “Terakhir adalah always expect uncertainty and irregularities. Cuaca ekstrem, bencana alam yang dapat terjadi kapan saja, berpotensi menimbulkan gangguan pada transportasi,” tegasnya.

Menhub memberikan arahan dan berpesan pada saat pelaksanaan angkutan Lebaran 2026, perlu dilakukan antisipasi lokasi kemacetan yang terjadi di jalur arteri seperti pasar tumpah. Setidaknya, lokasi yang perlu diantisipasi terdapat pada empat lokasi di Banten, 25 lokasi di Jawa Barat, 12 lokasi di Jawa Tengah, enam lokasi di Yogyakarta, serta sembilan lokasi di Jawa Timur. Begitu juga dengan daerah lain yang berpotensi mengalami kemacetan karena pasar tumpah.

Antisipasi kemacetan dapat dilakukan dengan memperkuat koordinasi dan antisipasi lokasi pasar tumpah, serta pengendalian dan pengaturan hambatan samping di jalan nasional seperti kios pedagang dan alat transportasi tradisional becak dan delman.

Kemudian, hal yang perlu diantisipasi lainnya adalah peningkatan arus di daerah wisata. Diperkirakan, terjadi peningkatan signifikan di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, serta Jawa Timur. “Pergerakan ini biasanya terjadi setelah hari pertama Lebaran. Perlu disiapkan manajemen arus lalu lintas terpadu untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung dari dan ke sekitar lokasi wisata,” ucap Menhub.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button