EkobisHeadline

Rayakan HUT ke-51, IWAPI Dorong Transformasi Digital Pengusaha Perempuan Menuju Indonesia Emas 2045

BISNISJAKARTA.co.id – Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 dengan tema “Memperkuat Fondasi Transformasi Digital Ekonomi Perempuan Melalui Sinergi Lintas Sektor Menuju Indonesia Emas 2045.” Perayaan ini berlangsung di Nusantara Room Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Selasa (10/2).

Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) IWAPI, Ir Nita Yudi, MBA mengatakan bahwa tema tersebut dipilih sebagai respons atas tantangan utama yang masih dihadapi perempuan pengusa hingga saat ini, yakni digitalisasi.

Masalah perempuan pengusaha sampai hari ini adalah digitalisasi. Di usia IWAPI yang ke-51 tahun, kita mendorong perempuan-perempuan untuk terus bertransformasi ke digital,” ujar Nita Yudi.

Nita menilai, di usia IWAPI yang semakin matang, tidak ada tantangan yang terlalu besar apabila perempuan pengusaha mau terus belajar dan memanfaatkan berbagai program pemerintah yang kini semakin terbuka dan mudah diakses.

“Tantangan terbesar sebenarnya nggak ada karena pemerintah baru meluncurkan KUR (Kredit Usaha Rakyat) terkinian. Ini program pemerintah yang lebih dipermudah untuk menaikkan kelas pengusaha perempuan agar berdaya saing dan bisa masuk ke pasar global, bukan hanya lokal,” jelasnya.

Menurut Nita, transformasi digital saja tidak cukup untuk mendorong pengusaha perempuan naik kelas. Diperlukan kolaborasi lintas sektor agar ekosistem usaha perempuan semakin kuat dan inklusif.

“Kalau mau naik kelas, harus lintas sektor, kolaborasi lintas sektor. Tema ini kami godok sesuai dengan kebijakan pemerintah tentang kolaborasi ekonomi inklusif, transformasi digital, dan daya saing,” katanya.

Selain akses pembiayaan melalui KUR, IWAPI juga menekankan pentingnya kemudahan perizinan usaha, khususnya Nomor Induk Berusaha (NIB). Ia mengingatkan bahwa IWAPI sebelumnya telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam sosialisasi NIB ke berbagai daerah di Indonesia.

“Dulu IWAPI digandeng pemerintah sebagai mitra strategis NIB. Kita keliling ke Papua, NTB, Jawa Timur, dan daerah-daerah lain. Sekarang ada pembaruan regulasi agar NIB lebih tertib, sehingga perlu lagi sosialisasi dari Kementerian BKPM,” ungkap Nita.

Tak hanya itu, IWAPI juga mendorong pengusaha perempuan untuk memiliki BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan tenaga kerja agar usaha semakin profesional dan berkelanjutan.

Sejalan dengan era industri 4.0, IWAPI telah membentuk IWAPI Digital yang mencakup empat pilar utama, yakni penguatan organisasi, marketplace, edukasi online, serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) bagi UMKM.

“Kami terus melatih dari daerah ke daerah supaya perempuan pengusaha melek digital. Jangan sampai ada yang tertinggal. No one left behind,” tegas Nita.

Perayaan HUT ke-51 IWAPI dibuka oleh Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman dan disambut oleh Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu.

Kegiatan ini juga melibatkan perbankan seperti BSI dan BRI yang memberikan edukasi terkait akses KUR, serta BKPM yang memberikan layanan informasi NIB.
Dalam rangkaian acara tersebut, IWAPI menghadirkan pasar kecil produk anggota, helpdesk sertifikasi halal, helpdesk NIB, hingga layanan cek kesehatan bagi peserta.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button