BisnisHeadline

Mengukir Bilah, Mengangkat Budaya: Perjalanan Kendedes Hand Made Knive

Usaha produksi pisau asal kota Bandung ini telah dipercaya berbagai instansi dan berhasil menembus pasar internasional

 

Bisnisjakarta.co.id – Berangkat dari ketertarikan pada seni bela diri, Ina Sri Mulyani kini berhasil mengembangkan usaha pisau custom lewat brand Kendedes Hand Made Knive.

Didampingi Atep sebagai tenaga ahli, usaha ini dirintis sejak masa pandemi COVID-19 dan terus berkembang hingga mampu melayani pasar dalam negeri maupun luar negeri.

Ina mengungkapkan bahwa gagasan awal pembuatan pisau muncul dari sang suami pada 2021.

“Dari tahun pas COVID 2021, idenya dari suami. Saya kan di dunia bela diri, jadi nyambunglah gitu,” ujar Ina Sri Mulyani, Owner Kendedes Hand Made Knive.

Seiring waktu, kegemaran tersebut berubah menjadi usaha yang ditekuni secara serius. “Jadi lama-kelamaan hobi dan menggeluti perpisauan.”

Kendedes Hand Made Knives menghasilkan beragam jenis pisau, mulai dari model tradisional hingga desain modern.

Keunikan produk terletak pada penerapan teknik etsa (pembuatan cetakan menggunakan cairan asam kuat untuk mengukir logam), yang menghasilkan bilah hitam bermotif etnik Nusantara sebagai simbol kekayaan budaya Indonesia.

Proses pembuatannya membutuhkan ketelitian tinggi, mulai dari pemotongan bahan bilah, pengamplasan berulang, pengukiran, penajaman, hingga pemasangan gagang dan sarung. Semua dilakukan secara detail demi menghasilkan pisau bermutu.

Menariknya, Kendedes tidak memproduksi secara massal, melainkan fokus pada pembuatan pisau berdasarkan pesanan khusus pelanggan.

“Custom aja sesuai keinginan mereka kita bikin. Jadi enggak kita bikin lalu jual, enggak. Jadi custom, pengin ini, Teh. Pengin ini sesuai gambar, boleh gitu,” jelas Ina.

Pengguna produk Kendedes Hand Made Knive berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pecinta bela diri, petualang alam, kolektor benda tajam, hingga institusi militer.

“Dari TNI ini cuma tergantung pemesanan sih. Paling ada yang 20 atau 35, bisa 100,” ungkap Ina.

Untuk jangkauan pasar, Kendedes telah melayani berbagai daerah di Indonesia seperti Maros, Bali, dan Jawa Barat, serta merambah Malaysia.

Promosi dilakukan secara sederhana melalui media sosial seperti TikTok dan Facebook, serta pendekatan langsung ke komunitas.

“Saya lewat paling TikTok, Facebook, sudah aja sih gitu… Paling door to door aja,” tuturnya.

Pisau buatan Kendedes juga kerap digunakan dalam lomba ketangkasan pisau di Bandung, yang dikenal sebagai kota kreatif.

Atep, tenaga ahli Kendedes Hand Made Knive, mengaku memiliki pengalaman panjang di dunia perpisauan sebelum bergabung.

“Iya, showroom pisau lah. Salah satunya selama 25 tahun mungkin saya dapat menyerap ilmu sedikit-sedikit gitu. Itu saya mungkin dapat menyalurkan usaha saya sendiri gitu,” ujar Atep.

Dalam proses desain, mereka mengambil inspirasi dari berbagai sumber lalu memodifikasinya agar memiliki ciri khas tersendiri.

“Ladang ada model dari majalah-majalah gitu, terus kita ubah-ubah sedikit lah gitu. Jadi biar tidak terlalu mirip-mirip gitu,” jelasnya.

Untuk bahan bilah, Kendedes menggunakan baja seperti O1 dan D2 yang mudah diperoleh di Bandung. “Kalau bahan semacam O1 banyak gitu. O1 sama D2,” kata Atep.

Waktu pengerjaan bergantung pada tingkat kesulitan desain. Model sederhana dapat diselesaikan dalam dua hingga tiga hari, sementara desain rumit seperti kujang memerlukan waktu lebih lama karena banyak lekukan.

“Kalau yang mudah mungkin dua harian bisa, yang kecil-kecil gitu. Cuma kalau yang agak sulit-sulit kayak kujang-kujang itu kan ada lekukan-lekukan gitu. Prosesnya rumit gitu,” jelasnya.

Untuk gagang pisau, Kendedes menggunakan berbagai material seperti kayu sonokeling, gembol, tanduk, hingga kulit sapi, meski saat ini ketersediaan tanduk cukup terbatas.

Dengan dedikasi dan konsistensi, Kendedes Hand Made Knive terus tumbuh sebagai produsen pisau custom asal Bandung yang mengusung nilai budaya Nusantara.

Menutup perbincangan, Ina menyampaikan harapannya terhadap usaha yang dijalaninya.

“Maju aja lah. Sukses, buat Kendedes.”***

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button