
BISNISJAKARTA.co.id – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan akses pangan yang terjangkau berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, karena menjaga daya beli masyarakat, menekan inflasi, serta mendukung stabilitas pasokan nasional.
“Guna menjaga daya beli masyarakat, Badan Pangan Nasional mendukung pelaksanaan program stimulus ekonomi. Terlebih Bapanas didaulat untuk menjaga hilir dari rantai pasok pangan agar masyarakat dapat memperoleh akses pangan yang terjangkau,” kata Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman dalam keterangan di Jakarta, Minggu (8/2).
Dia menyebutkan pada 2025, dalam pelaksanaan program stimulus ekonomi kuartal ketiga, Bapanas menugaskan Perum Bulog untuk penyaluran bantuan pangan. Mulai Juli, bantuan pangan beras 20 kilogram (kg) diberikan gratis ke masing-masing keluarga penerima manfaat (KPM) untuk alokasi 2 bulan.
Realisasinya sampai November 2025, menjangkau lebih dari 18 juta KPM di seluruh Indonesia. Anggaran yang telah dikucurkan pemerintah untuk program prorakyat tersebut mencapai Rp4,97 triliun. Tak berhenti di situ, kata dia, pemerintah kembali menggulirkan program bantuan pangan sebagai bagian dari stimulus ekonomi kuartal keempat tahun 2025. “Tidak hanya beras yang disalurkan, tapi juga MinyaKita, sehingga paket bantuan terdiri a tasberas 20 kg dan MinyaKita 4 liter bagi setiap KPM untuk alokasi 2 bulan,” ujarnya,
Hingga akhir Desember 2025, realisasi penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng itu telah mencapai lebih dari 17 juta KPM. Total anggaran yang dialokasikan pemerintah terhadap program bantuan pangan itu sekitar Rp 6,5 triliun.
Menurutnya, program bantuan pangan itu menjadikan masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat lebih terbantukan dalam pengeluaran konsumsi sehari-harinya. Daya beli masyarakat semakin terjaga dengan roda ekonomi terus berjalan.
“Ingat kalau pangan bermasalah, negara bermasalah. Sesuai perintah Bapak Presiden, untuk stabilkan harga. Kita jaga harga pangan sampai Ramadhan selesai. Fokus kita sekarang memastikan stabilisasi harga agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” kata Amran.
Ia memastikan pemerintah akan melanjutkan program bantuan pangan beras dan minyak goreng untuk kuartal pertama di tahun 2026. Bahkan, jumlah KPM ditingkatkan secara eksponensial hingga 33,2 juta KPM dari sebelumnya yang 18 juta KPM.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tercatat cukup baik dengan capaian 5,11 persen, menjadi tingkat tertinggi sejak 2023, menunjukkan pemulihan ekonomi nasional yang terus berlanjut stabil.
Pada triwulan IV 2025, ekonomi Indonesia tumbuh 5,39 persen secara tahunan dibandingkan periode sama 2024. Angka tersebut menjadi pertumbuhan triwulan IV tertinggi sejak pandemi COVID-19 berakhir.
Sumber : Antara



