Bisnisjakarta.co.id – Kemampuan mengelola properti agar mampu menghasilkan pendapatan dari penyewaan menjadi salah satu aspek penting yang perlu dikuasai investor. Terlebih, bagi mereka yang menjadikan bisnis sewa properti sebagai sumber keuntungan jangka panjang.
Praktisi perhotelan dan properti sekaligus Co-Founder Escotel Indonesia, Gde Brawiswara Putra, mengatakan bahwa investasi properti tidak berhenti pada kemampuan menemukan dan membeli aset yang tepat. Investor juga harus memahami bagaimana mengoptimalkan properti agar memiliki nilai produktif.
Hal tersebut mencakup kemampuan mengenali calon penyewa, menentukan harga yang kompetitif, mempertahankan kualitas fasilitas, hingga memastikan kegiatan operasional berjalan dengan baik.
Salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan adalah menyewakan properti secara harian melalui konsep bisnis hotel maupun vila. Skema ini memungkinkan pemilik memperoleh pemasukan dari tamu yang membutuhkan tempat menginap dalam waktu relatif singkat.
Meski menawarkan peluang pendapatan, model penyewaan harian juga membutuhkan pengelolaan yang serius. Tingkat okupansi yang berubah-ubah, pengeluaran untuk kebersihan dan perawatan, biaya promosi, serta persaingan dengan penyedia akomodasi lainnya menjadi sejumlah faktor yang harus diperhitungkan.
Karena itu, investor perlu melihat keuntungan berdasarkan pendapatan bersih setelah dikurangi seluruh biaya operasional. Tarif sewa per malam yang tinggi belum tentu menjamin keuntungan apabila tidak diimbangi tingkat hunian dan efisiensi pengeluaran.
Dalam menentukan aset yang akan dibeli, Gde juga mengajak calon investor mempertimbangkan kembali kriteria properti yang paling tepat ketika hanya memiliki anggaran untuk satu pilihan investasi.
Apakah memilih bangunan dengan desain menarik, properti yang berada di kawasan strategis dan ramai, atau justru aset dengan harga pembelian paling rendah?
Menurutnya, keputusan investasi sebaiknya tidak hanya bertumpu pada ketiga pertimbangan tersebut. Faktor yang lebih mendasar adalah kemampuan properti dalam menjawab kebutuhan pasar penyewaan.
“Saya akan memilih properti yang bisa disewakan untuk memenuhi kebutuhan pasar sesuai dengan permintaan yang ada,” ungkap Gde dikutip dari YouTube Gdebp_official.
Pandangan tersebut menegaskan bahwa kemampuan menghasilkan pendapatan atau produktivitas aset perlu menjadi pertimbangan utama dalam investasi properti.
Properti yang memiliki pasar penyewa jelas dan sesuai dengan kebutuhan konsumen berpeluang memberikan arus kas yang lebih terukur. Hal ini dinilai lebih penting dibandingkan sekadar mengandalkan tampilan bangunan, harga pembelian yang murah, maupun ekspektasi kenaikan harga properti di masa mendatang.
Bagi investor yang ingin memulai bisnis penyewaan properti, riset pasar menjadi langkah awal yang tidak boleh diabaikan. Mereka perlu mengetahui karakteristik calon penyewa, mengukur tingkat permintaan, memperkirakan pendapatan bersih, serta memperhitungkan berbagai risiko operasional.
Dengan demikian, pembelian properti tidak hanya menjadi aktivitas memiliki aset, tetapi juga merupakan keputusan bisnis yang mempertimbangkan potensi pendapatan dan keberlanjutan usaha dalam jangka panjang.***



