DaerahHeadlineTeknologi

Alumni ITB Angkatan 86 Rayakan 40 Tahun, Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Momentum reuni ini dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi guna menyelesaikan berbagai permasalahan di Kota Bandung

Bisnisjakarta.co.id – Empat dekade setelah menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB), para alumni Angkatan 1986 kembali berkumpul dalam Reuni Akbar 40 Tahun yang berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang mempererat persaudaraan, tetapi juga momentum untuk memperkuat peran alumni dalam mendukung kemajuan almamater, Kota Bandung, dan Indonesia.

Salah satu agenda penting yang mengemuka dalam reuni tersebut adalah penguatan kolaborasi lintas bidang untuk berkontribusi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan perkotaan, khususnya di Bandung.

Ketua Panitia Reuni, Batara Purba, bersama Ketua Alumni ITB Angkatan 1986, Adrian Tisna, mengungkapkan hal tersebut dalam wawancara di sela-sela acara.

Menurut keduanya, jaringan alumni yang tersebar di berbagai sektor profesi merupakan potensi besar yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan kontribusi nyata. Jejaring tersebut mencakup birokrat, pimpinan BUMN, menteri, akademisi, hingga kalangan profesional dan pelaku usaha swasta.

Satukan Potensi Alumni untuk Mendorong Kemajuan Bangsa

Keberagaman latar belakang profesi menjadi salah satu modal utama Alumni ITB Angkatan 1986 dalam membangun kolaborasi. Pengalaman dan keahlian yang dimiliki masing-masing alumni dinilai dapat saling melengkapi untuk mendukung berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat.

Batara Purba menekankan bahwa kerja sama dan kemampuan menyatukan berbagai potensi menjadi faktor penting dalam mendorong kemajuan bangsa.

“Kolaborasi adalah modal kekuatan terbesar bangsa. Kalau kita berpecah, kapan kita akan maju? Tapi kalau kita berkolaborasi, saling tahu posisi masing-masing dan apa yang harus dikerjakan, insyaallah siapapun pemimpinnya, kita akan menjadi lebih baik,” ujar Ketua Panitia Reuni, Batara Purba.

Semangat kebersamaan dan kolaborasi tersebut menjadi landasan dalam menentukan tema perayaan empat dekade alumni ITB Angkatan 1986.

“Sehingga, berlatang belakang kekuatan tersebut terbangunlah Tema “Reuni Akbar ITB 86, 40 tahun untuk ITB, untuk Bandung, Untuk Indonesia”, ungkap Batara Purba.

Tema tersebut mencerminkan harapan agar reuni tidak berhenti pada kegiatan silaturahmi, tetapi juga menjadi titik penguatan komitmen untuk terus memberikan manfaat bagi almamater dan masyarakat luas.

Alumni Siap Berkolaborasi Menjawab Persoalan Bandung

Sebagai kota pendidikan sekaligus destinasi pariwisata, Bandung masih menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan perkotaan. Persoalan kemacetan, kebutuhan transportasi massal, serta penanganan sampah menjadi sejumlah isu yang membutuhkan perhatian dan keterlibatan berbagai pihak.

Alumni ITB Angkatan 1986 melihat bahwa keahlian yang dimiliki para anggotanya dapat menjadi sumber masukan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan dan solusi pembangunan.

“Sebagai kota pendidikan dan pariwisata, Bandung dihadapkan pada sejumlah tantangan klasik seperti kemacetan lalu lintas, transportasi massal, hingga penanganan sampah. Menanggapi hal ini, para alumni ITB 86 menegaskan posisinya bukan sebagai pihak yang paling tahu, melainkan sebagai mitra terbuka bagi Pemkot Bandung dan pemerintah provinsi untuk merumuskan solusi Bersama,” ujar Ketua Alumni ITB Angkatan 86, Adrian Tisna.

Ketua Panitia Batara Purba (kiri) dan Ketua Angkatan ITB 86 Adrian Tisna (kanan) (Bisnis Jakarta/ Alit Suwirya)
Ketua Panitia Batara Purba (kiri) dan Ketua Angkatan ITB 86 Adrian Tisna (kanan) (Bisnis Jakarta/ Alit Suwirya)

Adrian menjelaskan, alumni memiliki kompetensi di berbagai bidang, mulai dari teknik sipil dan transportasi hingga tata kota serta industri kreatif. Keahlian tersebut membuka peluang untuk membangun kemitraan dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan yang lebih baik.

Di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, misalnya, salah satu gagasan yang dapat dikembangkan adalah menghadirkan atraksi visual berupa video mapping di Kota Bandung. Inisiatif ini menjadi salah satu contoh peluang pemanfaatan kreativitas dan kompetensi alumni untuk memperkuat daya tarik kota.

Program Pengabdian Alumni Terus Berjalan

Komitmen Alumni ITB Angkatan 1986 dalam memberikan manfaat kepada masyarakat telah diwujudkan melalui sejumlah program sosial dan pengembangan sejak reuni ke-25.

Berbagai inisiatif tersebut mencakup bidang pendidikan, bantuan kemanusiaan, penguatan infrastruktur digital kampus, hingga pembinaan generasi muda.

Dalam bidang pendidikan dan sosial, alumni secara rutin menyalurkan beasiswa bagi mahasiswa dan keluarga besar ITB Angkatan 1986. Mereka juga berkontribusi dalam pembangunan fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta mendirikan posko bantuan kemanusiaan setelah gempa bumi di Lombok.

Pada aspek pengembangan infrastruktur kampus, dukungan diberikan untuk meningkatkan kapasitas jaringan internet di lingkungan ITB. Upaya tersebut dilakukan melalui pemanfaatan jejaring perusahaan serta program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Sementara itu, perhatian terhadap pengembangan generasi muda diwujudkan melalui inisiatif penyelenggaraan Kejuaraan Catur Nasional Antarpelajar. Kegiatan ini bertujuan mendorong semangat berprestasi di kalangan pelajar sekaligus membuka peluang bagi talenta potensial untuk melanjutkan pendidikan di ITB.

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pengabdian alumni dapat dilakukan melalui berbagai bidang sesuai dengan kompetensi dan sumber daya yang dimiliki.

Ke depan, semangat kolaborasi diharapkan semakin meluas dengan melibatkan alumni dari berbagai angkatan, baik senior maupun junior. Dengan demikian, jejaring yang telah terbentuk dapat terus dikembangkan untuk memperkuat kontribusi bagi kampus, Kota Bandung, dan Indonesia.

Sekitar 1.500 Alumni Berasal dari Lima Fakultas

Alumni ITB Angkatan 1986 terdiri atas sekitar 1.500 orang yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Para alumni tersebut memiliki latar belakang pendidikan dari lima fakultas dengan bidang keilmuan yang beragam.

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menaungi bidang Matematika, Fisika, Kimia, dan Astronomi.

Sementara itu, Fakultas Teknologi Industri (FTI) mencakup Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Kimia, Teknik Industri, Teknik Fisika, Teknik Informatika, dan Teknik Penerbangan.

Dari bidang teknik sipil dan perencanaan, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) menaungi Teknik Sipil, Teknik Geodesi, Teknik Lingkungan, Arsitektur, serta Perencanaan Wilayah dan Kota atau Planologi.

Adapun Fakultas Teknologi Mineral (FTM) mencakup Teknik Geologi, Teknik Pertambangan, dan Teknik Perminyakan.

Sementara itu, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) menaungi bidang Seni Murni, Desain Komunikasi Visual (DKV), Desain Interior, Desain Produk, dan Kriya.

Keberagaman disiplin ilmu tersebut menjadi salah satu modal bagi Alumni ITB Angkatan 1986 untuk membangun kerja sama lintas sektor. Melalui peringatan 40 tahun kebersamaan, para alumni berupaya menjaga kesinambungan pengabdian sekaligus memperluas ruang kolaborasi agar manfaatnya dapat dirasakan oleh almamater, masyarakat Bandung, dan Indonesia.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button