EkobisHeadline

Munas PPIKI 2026 Perkuat Kolaborasi Perdagangan dan Industri Kacang Indonesia

Forum ini menjadi momentum pembentukan fondasi organisasi sekaligus penyatuan visi untuk mendorong kemajuan industri kacang Indonesia dari hulu hingga hilir.

BISNISJAKARTA.co.id – Perkumpulan Perdagangan dan Industri Kacang Indonesia (PPIKI) memperkuat langkah konsolidasi dan kolaborasi pelaku usaha nasional melalui Musyawarah Nasional (MUNAS) dan Deklarasi PPIKI yang digelar di JW Marriott Hotel, Jakarta, 10 Agustus 2026. Forum ini menjadi momentum pembentukan fondasi organisasi sekaligus penyatuan visi untuk mendorong kemajuan industri kacang Indonesia dari hulu hingga hilir.

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 50 anggota PPIKI dari berbagai wilayah Indonesia, serta perwakilan dari Kementerian Pertanian dan Kementerian Perindustrian. Kehadiran para pelaku usaha dan pemerintah menunjukkan pentingnya membangun sinergi dalam memperkuat ekosistem perdagangan dan industri kacang nasional.

MUNAS dan Deklarasi PPIKI menjadi tonggak penting bagi organisasi yang menghimpun pelaku usaha di sektor perdagangan, distribusi, pengolahan, industri, ekspor, impor, serta berbagai kegiatan yang berkaitan dengan komoditas kacang di Indonesia.

PPIKI sendiri telah resmi didirikan melalui Akta Notaris pada 5 Mei 2026. Melalui MUNAS tersebut, organisasi memperkuat fondasi kelembagaan, menyatukan visi anggota, menetapkan arah strategis, serta membentuk kepengurusan untuk menjalankan roda organisasi ke depan.

Sejumlah agenda strategis dibahas dalam MUNAS, mulai dari penguatan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, tata kelola organisasi, penyusunan program kerja, struktur kepengurusan hingga arah pengembangan PPIKI.

Dalam forum tersebut juga ditetapkan kepengurusan inti PPIKI periode 2026–2029. Owen Rahadian dipercaya sebagai Ketua Umum, Maria Eva Sriulina, S.Sos., M.H. sebagai Sekretaris Jenderal, serta Tahir Johanes sebagai Bendahara.

Kepengurusan baru tersebut diharapkan mampu membawa PPIKI menjadi organisasi yang profesional, solid, transparan dan berintegritas, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota.

Kehadiran sekitar 50 anggota dari berbagai daerah juga mencerminkan semangat kolaborasi dan kebutuhan akan wadah bersama bagi para pelaku dalam ekosistem kacang Indonesia. Organisasi ini diharapkan mampu mempertemukan berbagai pihak, mulai dari petani, pedagang, distributor, industri pengolahan, eksportir, importir hingga pemangku kepentingan lainnya.

PPIKI mengusung visi menjadi organisasi perdagangan dan industri kacang yang profesional, berintegritas dan berdaya saing global. Organisasi tersebut juga menargetkan diri menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Untuk mencapai tujuan tersebut, PPIKI akan mendorong sejumlah program strategis, seperti penguatan jaringan antaranggota, business matching, perluasan akses informasi pasar, peningkatan kompetensi anggota, pengembangan kemitraan antara petani dan industri, penguatan produksi nasional, hilirisasi hingga pengembangan pasar ekspor.

Selain itu, PPIKI juga akan menjalankan fungsi advokasi terhadap berbagai kebijakan yang berkaitan dengan perdagangan dan industri kacang.

Kehadiran perwakilan pemerintah dalam MUNAS dan Deklarasi PPIKI dinilai semakin menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam membangun ekosistem perdagangan dan industri kacang yang sehat dan berkelanjutan.

PPIKI berharap dapat menjadi mitra konstruktif pemerintah dengan memberikan masukan berdasarkan kebutuhan industri dan kondisi di lapangan. Organisasi ini juga diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah, petani, pelaku perdagangan dan industri.

“PPIKI bukan sekadar organisasi, tetapi rumah bersama bagi seluruh pelaku perdagangan dan industri kacang Indonesia. Kami ingin organisasi ini memberikan manfaat nyata bagi anggota, memperkuat industri, membuka peluang pasar, serta memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional,” demikian komitmen yang disampaikan dalam momentum deklarasi tersebut.

Melalui terbentuknya kepengurusan periode 2026–2029, PPIKI diharapkan segera menjalankan berbagai program strategis dan memperkuat perannya dalam mendorong kemajuan perdagangan serta industri kacang Indonesia dari hulu hingga hilir.

PPIKI mengusung motto “Menguatkan Perdagangan, Menjaga Ketahanan Pangan”, sebagai semangat untuk membangun industri kacang nasional yang semakin kuat, berdaya saing dan memberikan manfaat bagi seluruh rantai usaha.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button