HeadlineInvestasi

Pasar Kripto Bergejolak: Bitcoin Turun Usai Iran Tolak Perundingan dengan AS

Bitcoin turun di bawah $74.000 pada Sabtu malam setelah Iran menolak putaran kedua perundingan perdamaian tatap muka dengan Amerika Serikat, memicu aksi jual besar-besaran di pasar kripto

Bisnisjakarta.co.id – Bitcoin kembali mengalami tekanan dan turun di bawah level $74.000 pada Sabtu malam, menyusul keputusan Iran menolak putaran kedua perundingan perdamaian tatap muka dengan Amerika Serikat. Kabar ini memicu aksi jual besar di pasar kripto global.

Berdasarkan data Bitstamp pada 19 April 2026, harga Bitcoin (BTC) tercatat di sekitar $73.753, melemah sekitar 2% dalam 24 jam terakhir. Penurunan ini menghapus miliaran dolar dari total kapitalisasi pasar kripto, sekaligus mengakhiri fase konsolidasi BTC di kisaran $74.000 hingga $77.000 dalam beberapa waktu terakhir.

Penolakan Iran terhadap perundingan lanjutan dikonfirmasi oleh Kantor Berita Republik Islam Iran. Pemerintah Teheran menyebut sejumlah alasan, mulai dari tuntutan Amerika Serikat yang dinilai berlebihan, sikap yang dianggap kontradiktif, hingga keberlanjutan kehadiran militer AS di Selat Hormuz.

Sebagai salah satu jalur utama distribusi minyak dunia, Selat Hormuz memiliki peran strategis dalam stabilitas pasar energi global. Setiap gangguan di kawasan ini kerap memengaruhi sentimen risiko investor, termasuk di pasar kripto yang sejak awal 2026 menunjukkan sensitivitas tinggi terhadap isu geopolitik.

Sebelumnya, putaran pertama perundingan telah digelar pada 11–12 April di Islamabad, Pakistan. Pertemuan yang berlangsung lebih dari 21 jam itu belum menghasilkan kesepakatan, baik terkait gencatan senjata maupun isu nuklir. Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan bahwa Iran tidak menerima syarat yang diajukan pihak Amerika, sementara pejabat Iran menyebut pertemuan tersebut hanya sebagai tahap awal.

Sempat muncul optimisme di pertengahan April setelah Presiden Donald Trump mengindikasikan adanya komunikasi informal dari Iran untuk melanjutkan dialog. Sentimen positif ini sempat mendorong harga Bitcoin mendekati $76.000. Namun, penolakan terbaru dari Iran langsung membalikkan arah pasar.

Tekanan tidak hanya terjadi pada Bitcoin, tetapi juga pada keseluruhan pasar kripto. Secara teknikal, pelaku pasar kini mencermati area support di kisaran $70.500 hingga $71.000, serta resistance di sekitar $75.000. Dalam beberapa pekan terakhir, BTC telah beberapa kali menguji level $76.000, namun belum mampu bertahan di atasnya.

Situasi ini juga dipengaruhi oleh pernyataan terbaru Donald Trump yang memperingatkan Iran dan menegaskan sikap yang lebih keras. Ke depan, pasar akan menunggu respons resmi Amerika Serikat, kemungkinan upaya mediasi lanjutan oleh Pakistan, serta perkembangan di Selat Hormuz.

Selama ketegangan geopolitik belum mereda, volatilitas di pasar kripto diperkirakan akan tetap tinggi. Hingga pukul 20.30 ET, Bitcoin masih berupaya bertahan di atas $74.000, meski tekanan jual belum sepenuhnya mereda.***

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button