Gencar Tingkatkan Literasi Keuangan Generasi Muda

Denpasar (bisnisjakarta.co.id) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen terus mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat sedini mungkin. Dengan memiliki literasi keuangan yang baik, generasi muda dapat merencanakan keuangan dengan bijak dalam mewujudkan masa depan yang sejahtera.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi di Denpasar mengatakan, dengan memahami dengan baik produk dan layanan jasa keuangan, maka manfaat yang diperoleh pun dapat dimaksimalkan serta terhindar dari investasi bodong dan pinjaman online ilegal.

OJK terus menggelar berbagai kegiatan di berbagai daerah untuk meningkatkan literasi keuangan khususnya di kalangan generasi muda yang membutuhkan banyak pengetahuan dalam membangun masa depannya.

Saat membuka Learning Management System Edukasi Keuangan (LMSKU) OJK Championship Tahun 2023 (LOC 2023) yang digelar OJK Kantor Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara di Denpasar disebutkan, untuk meningkatkan literasi keuangan pelajar SMA yang ada di Provinsi Bali sebagai bagian dari komitmen OJK dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat sejak usia muda.

Friderica meyampaikan, literasi keuangan juga akan meminimalisir generasi muda menjadi korban dari fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dan You Only Live Once (YOLO) yang identik dengan gaya hidup yang konsumtif. Kegiatan ini akan membantu untuk mewujudkan generasi tangguh dan generasi yang bijak dalam pengelolaan keuangan.

Target literasi keuangan bagi pelajar SMA usia 15 s.d. 17 tahun sesuai dengan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2022 yang menyatakan tingkat literasi kalangan muda hanya mencapai 43,28 persen dan inklusi sebesar 69,30 persen. Artinya masih banyak generasi muda pada rentang usia ini yang sudah mengakses produk dan layanan jasa keuangan tetapi belum memahami sepenuhnya produk dan layanan jasa keuangan dimaksud.

Kegiatan telah dilaksanakan dari 21 Agustus 2023 sampai dengan 23 September 2023. Siswa diminta untuk menyelesaikan sebelas modul pembelajaran keuangan yang dapat diakses melalui https://lmsku.go.id. Modul pembelajaran terdiri dari modul perbankan, modul pengenalan OJK dan waspada investasi, modul perencanaan keuangan, dan modul digital financial literacy. Selain itu, peserta juga harus menyelesaikan modul pergadaian, modul asuransi, modul pasar modal, modul perusahaan pembiayaan, modul fintech lending dan modul dana pensiun.

OJK juga senantiasa berupaya meningkatkan inklusi keuangan di generasi muda. Pada kesempatan yang sama, OJK menggandeng PT BPD Provinsi Bali untuk membuka tabungan Simpanan Pelajar (Simpel) bagi seluruh peserta. Diharapkan dengan dibukanya tabungan ini maka pelajar dapat mengelola keuangan dengan baik termasuk uang saku yang dimiliki. Pelajar juga didorong untuk dapat membedakan kebutuhan dan keinginan, sehingga terhindar dari pola hidup yang konsumtif.*dik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button