Bisnisjakarta.co.id – Pengabdian Letkol Cpn (Anumerta) Dudi Firmansyah dalam menjalankan tugas negara berakhir dengan duka. Prajurit TNI Angkatan Darat tersebut dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Kota Bandung, Kamis (5/11/2026), setelah gugur dalam kecelakaan helikopter saat menjalankan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.
Upacara pemakaman dipimpin langsung Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Kehadiran pimpinan tertinggi TNI tersebut menjadi bentuk penghormatan institusi terhadap pengabdian almarhum yang meninggal dunia ketika melaksanakan tugas kemanusiaan.
Prosesi pelepasan jenazah sebelumnya berlangsung di rumah duka di kawasan Kelurahan Pelindung Hewan, Kecamatan Astanaanyar, Bandung. Keluarga, kerabat, serta rekan sejawat berkumpul untuk memberikan doa dan penghormatan terakhir sebelum jenazah diberangkatkan menuju TMP Cikutra.
Isak tangis keluarga mengiringi perjalanan terakhir almarhum. Istri dan ibunda Dudi terlihat sangat terpukul atas kepergian sosok yang mereka cintai. Suasana semakin haru ketika peti jenazah yang diselimuti bendera Merah Putih tiba di area pemakaman dan disambut jajaran personel TNI.
Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan penghormatan atas dedikasi para prajurit yang kehilangan nyawa ketika menjalankan tugas negara.
“Beliau merupakan para pahlawan kesuma bangsa yang gugur dalam menjalankan tugas,” ujar Agus Subiyanto.
Panglima TNI juga menyampaikan bahwa negara memberikan perhatian terhadap keluarga yang ditinggalkan, termasuk pemenuhan hak-hak prajurit yang gugur. Salah satunya melalui pemberian santunan, jaminan pendidikan anak, serta hak keuangan lainnya.
Bagi keluarga Letkol Dudi, penghormatan tersebut menjadi bagian dari perhatian institusi TNI terhadap pengabdian almarhum sekaligus dukungan bagi keluarga yang kini harus melanjutkan kehidupan tanpa kehadirannya.
Kecelakaan Terjadi Saat Pengambilan Air
Peristiwa yang menyebabkan Letkol Dudi Firmansyah gugur berlangsung pada Rabu (4/11/2026). Saat itu, helikopter Mi-17V5 bernomor registrasi HA-5235 milik Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) tengah menjalankan operasi pemadaman karhutla di wilayah Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.
Helikopter tersebut membawa delapan personel dalam misi water bombing, yakni metode pemadaman kebakaran menggunakan air yang dijatuhkan dari udara.
Panglima TNI menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi ketika helikopter melakukan pengambilan air untuk penyiraman tahap kedua. Sebelumnya, pelaksanaan penyiraman pertama berjalan dengan lancar.
“Satu kali sudah dilaksanakan dengan aman, kemudian yang kedua kalinya terjadi crash,” ungkap Agus saat memberikan penjelasan mengenai insiden tersebut.
Berdasarkan informasi awal yang diterima, helikopter ditemukan dalam keadaan terbalik di perairan Pematang Limau, Kabupaten Seruyan. Lokasi jatuhnya pesawat berada sekitar satu kilometer dari garis pantai dengan kedalaman perairan kurang lebih enam meter.
Tim pencarian dan pertolongan bersama personel TNI kemudian melakukan proses evakuasi terhadap seluruh awak helikopter. Kondisi perairan dengan arus bawah yang cukup kuat menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan operasi tersebut.
Insiden ini menambah daftar risiko yang harus dihadapi prajurit ketika menjalankan tugas penanggulangan bencana. Operasi pemadaman karhutla melalui udara merupakan salah satu upaya membantu masyarakat sekaligus mengurangi dampak kebakaran terhadap lingkungan dan wilayah sekitarnya.
Kepergian Letkol Dudi Firmansyah menjadi kehilangan bagi keluarga, rekan seperjuangan, dan institusi TNI. Dedikasinya dalam menjalankan misi pemadaman karhutla menjadi catatan pengabdian seorang prajurit yang tetap menjalankan tanggung jawabnya hingga akhir hayat.



