Gelar Festival Laundry dan UMKM 2026, ASLI Dorong Bisnis Laundry Naik Kelas
Mengusung tema “Berani Berinovasi, Siap Bertransformasi”, kegiatan yang dibuka Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman ini menjadi ajang pertemuan pelaku usaha, praktisi, pemasok, produsen, serta berbagai pihak yang bergerak di industri laundry.
BISNISJAKARTA.co.id – Industri laundry nasional terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat dan pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan usaha. Melihat peluang tersebut, Asosiasi Laundry Indonesia (ASLI) bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI menggelar Festival Laundry & UMKM 2026 di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta, 13–14 September 2026.
Mengusung tema “Berani Berinovasi, Siap Bertransformasi”, kegiatan yang dibuka Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman ini menjadi ajang pertemuan pelaku usaha, praktisi, pemasok, produsen, serta berbagai pihak yang bergerak di industri laundry.
Festival tersebut mengintegrasikan dua agenda utama, yakni Indonesia Best Practice Laundry Awards (IBPLA) 2026 dan Laundry Exhibition. Selain menjadi ajang apresiasi, kegiatan ini juga membahas berbagai perkembangan bisnis laundry, mulai dari digitalisasi, self-service laundry, pemasaran digital hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).
Ketua Umum ASLI, Maria Eva Sriulina, mengatakan ASLI tidak hanya berperan sebagai organisasi profesi, tetapi juga berupaya membangun ekosistem industri laundry yang modern, terintegrasi, dan berdaya saing.
“ASLI hadir bukan hanya sebagai organisasi profesi, tapi sebagai motor penggerak ekosistem laundry modern dan berdaya saing. Kami sudah membentuk ekosistem laundry nasional yang terintegrasi dan terdigitalisasi untuk menjawab tantangan industri ke depan,” ujar Eva.
Menurut Eva, ASLI pada tahun ini menjadi binaan resmi Kementerian UMKM RI. Kolaborasi tersebut diharapkan semakin memperkuat pendampingan terhadap pelaku usaha laundry agar mampu meningkatkan kapasitas bisnis dan memperluas kontribusinya terhadap perekonomian nasional.
Selama 11 tahun, ASLI membangun ekosistem usaha laundry melalui sejumlah program. Di antaranya digitalisasi sistem memberisasi berbasis platform untuk pendataan, edukasi dan komunikasi pelaku usaha, LPK Sekolah Bisnis Laundry untuk pelatihan keterampilan, LSP Binatu Indonesia sebagai lembaga sertifikasi profesi, serta Koperasi ASLI untuk memperkuat akses pembiayaan, modal dan distribusi bahan baku.
Pada hari pertama festival, Minggu (13/9), agenda diisi dengan pembukaan resmi oleh Menteri UMKM RI, Laundry Talk mengenai tren industri laundry Indonesia dan strategi bertahan serta bertumbuh. Kegiatan dilanjutkan dengan sharing best practice dari praktisi nasional.
Agenda berikutnya berupa Seminar Nasional bersama Business Coach Ridwan Abadi, CINET International Session, serta presentasi finalis IBPLA 2026.
Sementara pada hari kedua, Senin (14/9), pembahasan diarahkan pada peluang bisnis self-service laundry, pemanfaatan aplikasi SAPA UMKM, digital marketing, Artificial Intelligence (AI), ERP dan teknologi masa depan untuk bisnis laundry.
Festival juga menghadirkan Laundry Exhibition yang menampilkan berbagai inovasi mesin, produk pendukung serta teknologi pengelolaan bisnis laundry. Selain itu, terdapat lelang, doorprize dan prosesi penyerahan penghargaan IBPLA 2026.
Eva mengatakan pemenang IBPLA 2026 juga akan mendapat kesempatan mewakili Indonesia dalam ajang penghargaan laundry internasional di Milan melalui Global Best Practice Laundry Award.
“Di usia ASLI yang ke-11 tahun ini, kami semakin optimistis. Dengan pembinaan dari Kementerian UMKM, para pengusaha laundry di seluruh Indonesia akan mampu menghadapi berbagai tantangan ekonomi dengan strategi yang tepat dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional,” katanya.
Festival Laundry & UMKM 2026 sekaligus menjadi momentum bagi masyarakat yang ingin memulai maupun mengembangkan bisnis laundry. Pelaku usaha dapat melihat langsung perkembangan mesin dan teknologi terbaru, menggali strategi bisnis, serta membangun jejaring dengan sesama pelaku industri.
Perkembangan industri laundry saat ini tidak lagi sebatas aktivitas mencuci dan mengeringkan pakaian. Digitalisasi, otomatisasi dan pemanfaatan teknologi membuat sektor ini semakin berkembang menjadi bagian dari ekosistem UMKM berbasis teknologi.



