Bisnisjakarta.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026, Srikandi PLN Icon Plus meluncurkan Komunitas Kelas Koding Inklusif di Malang. Komunitas ini hadir sebagai ruang pembelajaran berkelanjutan bagi anak, remaja, dan orang muda dengan spektrum autisme yang telah mengikuti proses seleksi serta rangkaian program Kelas Koding Inklusif sebelumnya.
Pembentukan komunitas tersebut merupakan tindak lanjut dari program Kelas Koding Inklusif yang dijalankan PLN Icon Plus bersama Forum Peduli Autisme Jawa Timur (FPAJT) dan KIDILENT. Melalui wadah ini, para peserta memiliki kesempatan untuk terus belajar, berbagi pengalaman, berdiskusi, serta mengembangkan keterampilan digital bersama pengajar, orang tua, dan pendamping.
Program pembelajaran yang diberikan meliputi pengenalan coding, permainan edukatif berbasis teknologi, pemanfaatan platform digital, hingga penggunaan aplikasi Scratch sebagai sarana belajar pemrograman. Dengan pendekatan yang berkelanjutan, peserta diharapkan mampu meningkatkan kemampuan digital sekaligus membangun kemandirian dalam proses belajar.
Pada kesempatan tersebut, Srikandi PLN Icon Plus juga menyalurkan paket bantuan belajar guna mendukung aktivitas pembelajaran peserta. Kegiatan berlangsung secara hybrid, menggabungkan kehadiran langsung dan partisipasi daring dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran komunitas ini diharapkan menjadi sarana yang mendorong peserta untuk terus mengembangkan kemampuan secara mandiri di masa depan.
Direktur Utama PLN Icon Plus, Chipta Perdana, menegaskan pentingnya memastikan akses pendidikan digital dapat dinikmati oleh seluruh anak sesuai kebutuhan dan potensi yang dimiliki.
“PLN Icon Plus ingin memastikan transformasi digital juga memberi ruang bagi anak dengan spektrum autisme untuk belajar dan berkembang. Komunitas ini menjadi langkah lanjutan agar proses pembelajaran berlangsung secara konsisten dan memberikan manfaat bagi kesiapan peserta menghadapi dunia digital,” ujar Chipta.
Direktur Niaga dan Pemasaran PLN Icon Plus, Joice Lanny Wantania, menjelaskan bahwa program Bangkit Dari Kode merupakan bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan dalam memperluas manfaat konektivitas digital kepada masyarakat.
“Melalui program Bangkit Dari Kode, kami membuka kesempatan yang setara bagi anak-anak untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi di bidang teknologi. Komunitas Kelas Koding Inklusif ini akan dikembangkan secara bertahap agar memberikan dampak yang berkelanjutan dan dapat diterapkan di berbagai daerah,” ujar Joice.
Sementara itu, Ketua Forum Peduli Autisme Jawa Timur (FPAJT), Margaretha, Ph.D., menilai pembelajaran coding memiliki manfaat besar bagi individu autistik dalam mengasah kemampuan berpikir logis, analitis, dan sistematis.
“Melalui Kelas Koding Inklusif, kami ingin membuka kesempatan bagi anak dan orang muda autistik untuk mengenali potensinya, meningkatkan kepercayaan diri, dan berkembang menjadi talenta digital Indonesia,” ujar Margaretha.
Melalui pilar Iconnectivity for Education, PLN Icon Plus terus memperkuat dukungannya terhadap pendidikan inklusif dengan menghadirkan berbagai program literasi dan pembelajaran digital. Upaya ini dilakukan untuk memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama dalam mengembangkan potensi dan keterampilannya di era transformasi digital.***


