EkobisHeadlineNasional

Perkuat Industri Laundry, Ketum ASLI Siapkan Pelaku Usaha Tembus Standar Dunia

. Di bawah kepemimpinan Maria Eva, ASLI kini telah memiliki 21 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) yang tersebar dari Aceh hingga Papua, menjadikannya organisasi profesi laundry terbesar di Indonesia.

BISNISJAKARTA.co.id – Ketua Umum Asosiasi Laundry Indonesia (ASLI), Maria Eva Sriulina, S.Sos., M.H., terus memperkuat industri laundry nasional agar semakin profesional, berdaya saing, dan mampu memenuhi standar internasional. Komitmen tersebut ditegaskan melalui kegiatan Kopdar ASLI DPD Aceh yang dirangkaikan dengan pelatihan bisnis, teknisi mesin laundry, dan pembuatan deterjen di Banda Aceh pada 25–26 Juli 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari roadshow nasional ASLI dalam meningkatkan kompetensi pelaku usaha laundry sekaligus memperluas pembinaan organisasi hingga ke seluruh Indonesia. Di bawah kepemimpinan Maria Eva, ASLI kini telah memiliki 21 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) yang tersebar dari Aceh hingga Papua, menjadikannya organisasi profesi laundry terbesar di Indonesia.

Maria Eva mengatakan, terbitnya Peraturan Menteri UMKM Nomor 2 Tahun 2026 menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya usaha laundry memperoleh pengakuan yang lebih kuat sebagai bagian dari ekosistem UMKM nasional.

“Momentum ini harus dimanfaatkan seluruh pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas layanan, kompetensi SDM, dan daya saing agar mampu mengikuti perkembangan industri yang semakin modern,” ujarnya.

Selama dua hari pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai strategi pengembangan bisnis, efisiensi operasional, peningkatan kualitas layanan, pelatihan teknisi mesin laundry, hingga pembuatan deterjen. Program teknisi dirancang agar pelaku usaha mampu melakukan perawatan berkala dan menangani kerusakan ringan hingga menengah secara mandiri sehingga operasional usaha tidak terganggu.

Ketua DPD ASLI Aceh, Muhammad Nasir, mengapresiasi kehadiran Ketua Umum ASLI beserta jajaran DPP yang membawa program pembinaan nasional ke Aceh. Menurutnya, kegiatan tersebut membuka peluang bagi pelaku usaha laundry di daerah untuk memperoleh ilmu dan kompetensi yang sebelumnya lebih banyak tersedia di kota-kota besar.

Pada kesempatan itu, Maria Eva juga mengajak pelaku usaha laundry di seluruh Indonesia mengikuti Festival Laundry Indonesia 2026 dan Indonesia Best Practice Laundry Awards (IBPLA) 2026 yang akan digelar pada 13–14 September 2026 di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta.

Festival Laundry Indonesia merupakan agenda tahunan terbesar industri laundry nasional yang menghadirkan seminar nasional, Kopdar Nasional ASLI, business matching, serta pameran teknologi dan peralatan laundry terkini. Kegiatan ini juga menjadi ajang bertemunya pelaku usaha, produsen mesin, distributor chemical, supplier, investor, akademisi, hingga mitra industri dalam satu ekosistem kolaboratif.

Dalam rangkaian festival tersebut, ASLI kembali menggelar Indonesia Best Practice Laundry Awards (IBPLA) 2026 sebagai ajang penghargaan bagi pelaku usaha laundry terbaik di Indonesia sekaligus proses seleksi delegasi Indonesia menuju CINET Global Best Practices Awards di Milan, Italia.

“IBPLA bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi wadah pembelajaran dan benchmarking bagi pelaku usaha laundry Indonesia. Melalui kompetisi ini, peserta dapat mengukur kualitas usahanya dibandingkan praktik terbaik nasional sekaligus memperoleh masukan dari dewan juri untuk terus berkembang menuju standar dunia,” kata Maria Eva.

IBPLA 2026 dibuka untuk tiga kategori, yakni Laundry Self Service, Laundry Kiloan (Retail Laundry), serta Laundry Hotel, Rumah Sakit, dan Commercial Laundry. Penilaian meliputi kualitas layanan dan operasional, keberlanjutan bisnis, model bisnis dan konsep pelayanan, inovasi, serta nilai tambah bagi pelanggan, karyawan, lingkungan, dan industri.

Selain meraih penghargaan nasional, para pemenang akan memperoleh uang pembinaan, sertifikat penghargaan, serta kesempatan menjadi delegasi Indonesia pada ajang CINET Global Best Practices Awards di Milan, Italia.

“Kami mengundang seluruh pelaku usaha laundry dari Aceh hingga Papua untuk menjadi bagian dari Festival Laundry Indonesia dan IBPLA 2026. Ini kesempatan untuk belajar, memperluas jaringan bisnis, melihat perkembangan teknologi terbaru, sekaligus menunjukkan bahwa industri laundry Indonesia mampu bersaing di tingkat dunia,” tutup Maria Eva yang juga Direktur ME Laundry Training Centre.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button